Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Japri: Hoax Bertentangan dengan Budaya Indonesia yang Santun

Sejumlah anggota Jaman Perempuan Indonesia di acara seminar kebangsaan melawan berita bohong di Jakarta, 14 November 2018. (dok: Purnama David Sitompul)

Menyebarkan berita bohong atau hoax sesungguhnya bertentangan dengan budaya Indoensia, yang santun dalam sikap dan bertutur di suku dan agama yang heterogen.

JAKARTA-KABARE.ID: Relawan Jaman Perempuan Indonesia (Japri), menggelar seminar kebangsaan dengan tema “Masyarakat Cerdas Menghindari Hoax/fitnah” di gedung Sekar Wijayakusuma, jalan Raya Mabes Hankam 45, Jakrta Timur, pada tanggal 14 November 2018.

Seminar ini dihadiri hampir 400 peserta yang mayoritas adalah kaum perempuan.

“Tujuan acara ini adalah bagian dari misi Japri dalam memerangi maraknya berita-berita bohong (hoax) yang sudah terus menerus disebarkan, seperti makanan sehari-hari yang disajikan melalui medsos,” ujar Ketua Umum Japri, Ibu Purnama D. Situmpul melalui pesan singkat yang diterima Kabare.id, Sabtu (17/11/2018). 

Purnama menjelaskan bahwa menyebarkan berita bohong bertentangan dengan budaya Indoensia, yang santun dalam sikap dan bertutur di suku dan agama yang heterogen. “Maraknya hoax atau berita bohong yang sudah menjadi santapan bagi semua kalangan rakyat Indonesia, sangat-sangat memprihatinkan bagi kelangsungan persatuan dan kesatuan bangsa ini,” tegasnya.

“Budaya Indonesia yang ramah dan santun dalam sapa dan sikap, membawa Indonesia dikenal di seluruh manca negara dan membuat daerah-daerah di Indonesia menjadi hidup dari pariwisata dan menambah devisa negara kita,” tambahnya.

Oleh karena itu Japri bertekad untuk terus memerangi hoax di negeri ini, kata Purnama. Caranya dengan mengedukasi kaum perempuan yang sudah dan akan melahirkan generasi pemimpin bangsa dan terus melestarikan budaya Indonesia yang santun dalam berkata atau memberikan informasi yang benar dengan sikap yang mencerminkan Indonesia. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post