Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Janjang Saribu, The Great Wall of Koto Gadang

Janjang Saribu merupakan salah satu destinasi wisata. Sumber foto: Foto Istimewa/Infominang

Indonesia ternyata memiliki tembok besar seperti di Cina. Tembok besar itu berada di sebuah kawasan pegunungan berpanorama memukau yang berada di sudut kemiringan 90 derajat.

JAKARTA – KABARE.ID: Janjang Saribu merupakan salah satu destinasi wisata yang ramai pengunjung. Terletak di Bukit Apit Puhun, Guguk Panjang, Bukittinggi, Sumatra Barat, Janjang Saribu juga dikenal dengan sebutan The Great Wall of Koto Gadang.

Sebutan itu diberikan karena memang tampilan Janjang Saribu mirip dengan tembok besar yang berada di Cina. Yakni berupa barisan tembok nan panjang, yang berada di rangkaian pegunungan, yaitu di wilayah Pegunungan Bukit Barisan.

Pada zaman kolonial, Janjang Saribu dikenal dengan sebutan Janjang Bantuang karena masih terbuat dari tanah dengan alat penopang batuang atau bambu. Oleh masyarakat tradisional yang mendiami pemukiman di puncak Bukit Apit, Janjang Saribu digunakan sebagai akses saat hendak mengambil air dan pasir di dasar ngarai.

Kini, tembok beton panjang di Bukittinggi itu telah apik tertata. Sejak diresmikan Pemerintah Kabupaten Agam pada 27 Januari 2013, sejumlah renovasi dilakukan terhadap akses menuju kawasan wisata Janjang Saribu.

Sebuah jembatan gantung bernama Jembatan Merah pun telah melengkapi sisi tengah rute wisata itu. Di puncak ngarai Janjang Saribu juga terdapat pondok untuk istirahat. Bangunan di Taman Panorama yang berukuran tidak terlalu besar itu berlatarkan Gunung Singgalang.

Baca juga: Berburu Kuliner Tradisional di Tengah Hutan Karet

Dalam bahasa Minang, janjang memiliki arti tangga, dan saribu berarti seribu. Meski begitu, sebenarnya anak tangga di Janjang Saribu tidak mencapai 1.000, melainkan hanya ratusan. Meskipun begitu, meniti ratusan anak tangga di kawasan wisata ini tentu akan menguras tenaga. Belum lagi medan curam itu memiliki sudut kemiringan hingga 90 derajat.

Secara keseluruhan, panjang rute wisata di Janjang Saribu mencapai sekira 780 meter. Dan untuk mencapai ujung tembok, wisatawan lazimnya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit hingga 30 menit, dengan menyusuri ruas jalan selebar dua meter.

Di sana, terdapat dua jalur pendakian yang dapat dipilih wisatawan untuk menjelajahi destinasi tersebut. Yaitu jalur dari Goa Jepang atau dari Ngarai Sianok. Kedua rute itu memiliki kondisi alam yang berbeda.

Melalui Jalur Goa Jepang, wisatawan akan diajak menapaki kontur jalan yang relatif lebih banyak turunan ketimbang tanjakan. Sehingga tentunya, wisatawan akan lebih mudah untuk menyusuri jalur tersebut.

Tidak demikian halnya jika wisatawan memilih untuk menyusuri medan di jalur wisata Ngarai Sianok. Kondisi alam yang lebih menantang. Pasalnya, akses yang dilalui cenderung lebih sempit dan mengandung banyak kelokan.

Tapi tenang, semua upaya meniti ratusan bilah anak tangga itu akan segera terbayarkan saat menyaksikan panorama yang hijau nan rimbun, ditambah dengan hawa sejuknya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post