Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Jamaah An-Nadzir Lebaran Lebih Awal

Dokumentasi Jamaah An-Nadzir di Mawang, Kabupaten Gowa saat melaksanakan Shalat Ied, Sabtu 24 Juni 2017. (Foto: Insragram/hariandihafid)

Jamaah An-Nadzir menetapkan 1 Syawal pada Kamis (14/6) berdasarkan metode hisab dan rukyat untuk menentukan perpindahan bulan dari Ramadan ke Syawal dengan peneropongan bulan dan melihat tanda-tanda alam seperti pasang air laut.

GOWA-KABARE.ID: Ratusan jamaah An-Nadzir di Desa Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, melaksanakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijiriah, Kamis (14/6/2018).

"Kami menetapkan 1 Syawal hari ini berdasarkan pengamatan air pasang puncak. Sebenarnya akhir Ramadhan jatuh pada Rabu kemarin, hanya saja dari pengamatan puncak serta laporan posko dari Kolaka, Palopo, hingga Batam seluruh jamaah An Nadzir Lebaran hari ini," ujar Juru Bicara An Nadzir, Ustaz Lukman A. Bakti, dikutip antaranews.com.

Menurutnya, hasil pengamatan yang diyakini melalui metode hisab dan rukyat, terlihat bulan terbit sekitar pukul 13.00 WITA. Metode ini untuk menentukan perpindahan bulan dari Ramadan ke Syawal dengan peneropongan bulan dan melihat tanda-tanda alam seperti pasang air laut.

Ia menambahkan, sejak tiga hari menjelang akhir Ramadan, pemantauan air pasang laut dan pergerakan bulan terus diamati. Setelah dilakukan musyawarah pada sidang isbat, ditentukan hari Kamis sebagai akhir Ramadan atau masuk 1 Syawal.

Sebelumnya, jamaah tarekat Naqsabandiyah juga melaksanakan Salat Ied lebih awal pada Rabu (13/6) di berbagai daerah di Indonesia.

Mereka menggunakan metode hisab munjid, yaitu penghitungan 30 hari sejak awal puasa dan telah digunakan secara turun temurun. (ant)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post