Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Selasa (31/3), 1.528 orang di Indonesia Positif Covid-19, 81 orang sembuh, dan 138 meninggal.
Wisata_Kuliner

Jalur Pendakian ke Gunung Rinjani Resmi Dibuka

Foto Ilustrasi: Gunung Rinjani, NTB. (Dok. Doddy Wiraseto)

Jalur pendakian ke Gunung Rinjani melewati Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah secara resmi dibuka. Salah satu dari empat jalur pendakian resmi tersebut dibuka untuk membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan taman nasional yang sempat lumpuh akibat gempa bumi Agustus 2018 silam.

LOMBOK-KABARE.ID: Pembukaan jalur pendakian sekaligus dirangkai dengan peluncuran program e-Rinjani itu dilakukan oleh Bupati Lombok Tengah H, H Moh Suhaili FT bersama dengan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sudiyono, di Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (19/11/2018) kemarin.

“Atas ijin Pemerintah pusat jalur pendakian Gunung Rinjani wilayah Lombok Tengah ini resmi dibuka,” ujar Suhaili dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Kamis (22/11/2018).

Pembukaan jalur pendakian Aik Berik merupakan satu dari empat jalur pendakian resmi. Tiga lainnya yakni jalur pendakian Timbanuh, Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta jalur pendakian di Senaru, Kabupaten Lombok Utara masih ditutup karena kondisinya rusak berat akibat gempa bumi sehingga membahayakan keselamatan jiwa.

Suhaili mengatakan, dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani melalui wilayah Lombok Tengah ini, diharapkan bisa membawa manfaat bagi masyarakat khususnya di wilayah Utara Lombok Tengah. “Peluang ini bisa menciptakan lapangan kerja masyarakat, sehingga bisa dijadikan tempat untuk mencari rizki,” jelas Suhaili.

Untuk ke depannya, jalur pendakian di wilayah Lombok Tengah akan ada 5 titik yaitu Desa Karangsidmen, Desa Lantan, Desa Seteling, dan Desa Aik Bual. Jalur tersebut nantinya akan bertemu di satu titik batas wilayah Gunung Rinjani yang dikelola oleh TNGR. “Jalur pendakian ini nanti yang terindah, ternyaman, dan termodern sedunia. “Ini juga bisa jadi penyeimbang antara pengembangan pariwisata di selatan dengan di utara,” pungkas Suhaili.

Melalui jalur pendakian ini, para pendaki dapat menikmati obyek wisata seperti air terjun, padang sapan, dan keindahan alam lainya. Saat ini pihaknya juga sudah melengkapi fasilitas pendukung lainya seperti penunjuk arah, serta para petugas porter atau guide. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post