Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Jalan Trans dan Perbatasan Papua Berikan Manfaat Kesejahteraan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri). (Foto: Kementerian PUPR)

Sebelum dibangun jalan Trans dan Perbatasan Papua, perjalanan Merauke-Boven Digul memerlukan waktu hinga berhari-hari. Kini perjalanan tersebut hanya menempuh waktu 8 Jam.

MERAUKE-KABARE.ID: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan jalan perbatasan Indonesia - Papua Nugini ditargetkan selesai seluruhnya pada tahun 2019.

Hingga akhir 2017, dari panjang 1.098 km jalan perbatasan dari Merauke hingga Jayapura, sudah tembus 891 km dan tersisa 207 km lagi.

“Tahun 2018 akan dibuka jalan baru sepanjang 18 km di daerah yang terjal sekali sehingga pada akhir 2018 yang belum tembus 189 km,” kata Menteri Basuki dalam perjalanan meninjau kondisi jalan Merauke - Boven Digul sepanjang 424 km, Jumat (16/3/2018).

Bupati Boven Digul Benediktus Tambonot yang ikut dalam perjalanan mengatakan, keberadaan jalan perbatasan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan di Papua. Waktu tempuh yang semula dalam bilangan minggu, semakin singkat menjadi hitungan hari dan kini sudah bisa 8 jam.

"Apabila jalan sudah semakin baik kondisinya, maka bisa (saja) ditempuh 6 jam," katanya seraya menambahkan, secara bertahap kondisi jalan Merauke-Bouven Digul juga semakin baik.

“Puji Tuhan kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang sudah membangun jalan Trans dan Perbatasan Papua ini. Walaupun ada yang masih berlubang, saya berterima kasih kepada Pak Menteri PUPR yang sigap sehingga dalam 3-4 bulan ke depan akan segera diperbaiki,” jelasnya

Jalan Trans dan Perbatasan Papua ini juga memberi manfaat pada kemudahan transportasi barang dan manusia, yang berdampak pada penurunan harga barang.

"Dulu saat jalan kondisinya masih rusak parah, harga sangat tinggi. Kini setelah bisa ditempuh dalam hitungan jam, harga sembako, bahan bangunan, pakaian, sayur mayur kini sudah relatif murah hingga pegunungan Bintang yang juga dilayani jalan ini," katanya.

Masih banyak PR

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan). (Foto: Kementerian PUPR)


Selama perjalanan Merauke - Boven Digul sepanjang 424 km, sebagian besar kondisinya relatif baik. Mobil dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Kondisi jalan baik bahkan dapat ditemui ruas jalan beraspal cukup panjang, lengkap dengan garis median.

Namun masih terdapat 58 km jalan dengan kondisi rusak ringan dan sedang, bahkan dijumpai beberapa spot jalan yang masih berlumpur karena merupakan tanah lunak dan daerah rawa. Kondisi jalan ini tentu perlu segera ditangani.

“Dari lima paket preservasi jalan Merauke-Boven Digul, dua paket sudah tandatangan kontrak pada awal Februari 2018, namun belum bekerja optimal. Saya minta agar BBPJN XVIII memacu kontraktor bekerja lebih keras sehingga 3-4 bulan ruas jalan rusak bisa diperbaiki. Harus full speed,” tegas Menteri Basuki seraya menabahkan, untuk mempercepat perbaikan, ia akan mengirimkan tim khusus dari Jakarta.

Selain persoalan itu, reservasi jalan Merauke-Boven Digul juga menghadapi tantangan dengan kondisi daerah rawa dan tanah lunak. Oleh karena itu dilakukan peninggian badan jalan menggunakan tanah di sisi jalan.

“(Peninggian) ini lebih efektif dibandingkan dengan menimbun dengan tanah dari luar Kabupaten," katanya sambil menjelaskan, perbaikan jalan juga tidak menggunakan batu split karena ketiadaan material di lokasi. Batu split harus didatangkan dari Palu dengan biaya angkut yang mahal. Karena itu digunakan bahan Matos berupa campuran tanah dan semen kemudian badan jalan dilakukan pengaspalan.

Drainase jalan juga masih menjadi PR bagi Kemenerian PUPR untuk menjaga tinggi air tetap dibawah badan jalan, terutama saat musim hujan. Dengan demikian kondisi jalan bisa tetap terjaga.

Turut mendampingi Menteri Basuki dalam kunjungan tersebut, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Kepala Balai Besar Pelaksanaan ‪Jalan Nasional XVIII Jayapura‬ Osman H. Marbun, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Merauke Nimrod Rumaropen dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)

Sumber: Kementerian PUPR

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post