Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Jakarta Concert Orchestra Mengiringi 'Gerhana Bulan Total'

Jakarta Concert Orchestra bertajuk “Invitation to The Dance”. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

Jakarta Concert Orchestra menggelar konser pembuka di tahun 2018 bertajuk “Invitation to The Dance”. Konser ini turut dimeriahkan Soprano muda Indonesia Isyana Sarasvati dan pianis muda berbakat Jonathan Kuo.

JAKARTA-KABARE.ID: Jakarta Concert Orchestra bertajuk “Invitation to The Dance” sukses digelar di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Rabu (31/1/2018).

Konser ini menampilkan Karya Carl Maria von Weber, Franz Liszt, Edvard Hagerup Grieg, Camille Saint-Saens, dan lainnya dengan konduktor Avip Priatna, sopran Isyana Sarasvati, dan iringan piano dari Jonathan Kuo.

Konser yang digelar bertepatan dengan fenomena alam Gerhana Bulan Total diikuti fenomena super moon, blue moon dan blood moon ini didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.

"Sebagai salah satu konduktor yang aktif di Indonesia, Avip Priatna senangtiasa menghadirkan pertunjukan musik klasik dalam upaya mendekatkan masyarakat dan memajukan musik klasik orkestra di Indonsesia," ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam siaran pers yang diterima Kabare.

Jakarta Concert Orchestra bertajuk “Invitation to The Dance”. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)



Invitation to the dance merupakan komposisi untuk orkestra yang ditulis oleh komponis Jerman, Carl Maria von Weber. Komposisi orkestra ini menjadi judul konser sekaligus komposisi pembuka yang dimainkan oleh sekitar 55 musisi profesional yang tergabung dalam Jakarta Concert Orchestra (JCO).

Para musisi ini menyuguhkan penampilan karya komposer dunia yang bertema musik tarian, mulai dari tarian waltz karya Johann Strauss II yang dibawakan dengan suara indah Isyana Sarasvati, hingga tarian kematian karya Franz Liszt yang ditampilkan oleh alunan piano Jonathan Kuo.

Selain itu ada juga tampilan tarian dengan inspirasi kedaerahan Norwegian Dances karya Edvarg Grieg hingga inspirasi dari musik daerah Indonesia berjudul Panen Raya karya Fero Aldiansyah Stefanus yang khusus ditulis untuk konser ini.

Konduktor Avip Priatna mengatakan, kita sudah mampu menunjukan kepada dunia internasional bahwa Indonesia memiliki potensi yang patut diperhitungkan melalui beragam kompetisi paduan suara yang berhasil dimenangkan.

Direktur Musik The Resonanz Music Studio ini punya mimpi untuk mendekatkan masyarakat dengan musik simfoni, baik simfoni orkestra maupun simfoni lokal. Hal ini kemudian mendorongnya untuk mendirikan Jakarta Concert Orchestra sekitar 15 tahun silam.

"Melalui konser Invitation to the dance ini, saya ingin menunjukan bahwa kita memiliki orkestra yang terdiri dari para musisi berbakat yang mampu menampilkan karya komposer dunia," kata Avip Priatna. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post