Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Jadi Tuan Rumah HPN 2019, Jatim Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital

Penanggungjawab HPN 2019 Margiono menyerahkan Maskot HPN 2019 kepada Gubernur Jatim Pakde Karwo. Disaksikan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Menkominfo Rudiantara, dan Ketua Umum PWI Atal S. Depari. (Foto:kabare.id/ysh)

Setelah HPN 2018 sukses digelar di Sumatera Barat, HPN 2019 digelar di Provinsi Jawa Timur, 9 Februari mendatang.

JAKARTA-KABARE.ID :  Gubernur Jawa Timur H Soekarwo menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2019, dalam acara Launching HPN 2019 di TVRI Pusat Jakarta, Minggu (7/10/2018). Disaksikan Menkominfo Rudiantara, Penanggungjawab HPN 2019 Margiono, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetya, Ketua PWI Pusat Atal S Depari dan sejumlah tokoh-tokoh pers.

Launching yang ditayangkan TVRI selama 90 menit (19.00 - 20.00) diisi dengan talk show, penandatanganan kerjasama antara PWI Pusat dengan Gubernur Jawa Timur, penyerahan maskot HPN 2019. Selain itu tarian dan musik, menampilkan para penari dan penyanyi Banyuwangi, dan bintang tamu Yuni Shara.

Penyanyi nasional asal Jawa Timur Yuni Shara, menyanyikan lagu wajib arek arek Suroboyo, "Rek-ayo Rek", yang menghangatkan Launching HPN di Auditorium TVRI, Minggu (7/10/2019). (Foto:kabare.id/ysh)

 

Dengan tema “Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital”, Gubernur Jatim Pakde Karwo, mengajak jajaran pers di Jawa Timur khususnya, dan Indonesia pada umumnya, untuk memberdayakan UMKM melalui ekonomi kerakyatan berbasis digital. Seperti yang sering dipidatokan oleh pemimpin-pemimpin kita sejak 1945. Karena itulah ekonomi kerakyatan mesti diberdayakan.

Dalam mata rantai proses produksi, pembiayaan dan pasar, kata Pakde Karwo, pers bisa masuk untuk memberikan kritik dan pengawasan. "Masyarakat pers masuk ke situ memberikan kritikan kepada Bank Jatim, Bank pemerintah yang sedikit kreditnya kepada UMKM. Kita coba kemudian masuk ke pasar, dan proses produksinya, maka salah satunya solusinya harus ada digital,” ujarnya. 

Pakde Karwo wanti-wanti, jika tidak imbang proses produksi dan pasar, kita hanya jadi pasar dari luar negeri.  

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, menilai pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur di atas rata-rata daerah secara nasional. Terkait UMKM, katanya, Kementerian Kominfo punya program menggratiskan sejuta domain untuk penguatan UMKM.

Melalui subsidi domain tersebut, UMKM dapat memanfaatkan teknologi informatika dan komunikasi untuk mendorong perluasan pasar. Ia memberi contoh, “Kalau sebelumnya untuk membuka warung harus mencari dan menyewa lahan, maka saat ini cukup dari dapur langsung dikirim ke pasar.”

Penanggungjawab HPM Margiono meminta kepada Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo dan Menkominfo Rudiantara, pada HPN 2019, 9 Februari 2019 nanti, untuk mendeklarasikan ekonomi kerakyatan berbasis digital itu seperti apa. Sekaligus bagaimana peran pers yang dapat mendorong optimisme dan peran UKM.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetya mengapresiasi Provinsi Jawa Timur yang tingkat Indeks Pembangunan Manusianya (IPM) sangat bagus. Ia mengharapkan jajaran pers di sana tetap profesional dalam melakukan pengawasan dan kritik. “Pers yang mendapatkan belanja (iklan) dari APBD maupun APBN tetap harus menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial dan bukan media abal-abal,” tandasnya. (ysh)

Yusuf Susilo Hartono

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post