Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Investasi Provinsi Hubei di Indonesia Capai Jutaan Dolar AS

Dubes Djauhari saat memenuhi permintaan wawancara Hubei TV yang mengangkat tema peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok. (Foto: KBRI Tiongkok)

Gezhouba Group adalah perusahaan (dari Provinsi Hubei, Tiongkok) yang aktif berbisnis di Indonesia. Selama tiga tahun terakhir, nilai proyek yang telah ditandatangani Gezhouba Group di Indonesia telah mencapai angka 230 juta dolar AS.

JAKARTA-KABARE.ID: Provinsi-provinsi di bagian tengah Tiongkok, khususnya provinsi Hubei, memiliki tingkat kemajuan perekonomian yang baik sehingga telah menciptakan banyak potensi kerja sama khususnya bidang investasi dan perdagangan dengan Indonesia.

Kedutaan Besar Indonesia di Beijing secara khusus melirik wilayah ini agar bisa berinvestasi dan berdagang dengan Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan agar kerja sama ekonomi dengan Hubei dengan Indonesia semakin kuat.

Terbaru, Dubes RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, melakukan kunjungan ke Kota Wuhan, Provinsi Hubei untuk mengikuti kegiatan Forum on Global Production Capacity and Business Production, pada 19-20 Oktober 2018.

Forum ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kerja sama antara 6 provinsi bagian tengah Tiongkok (Hubei, Shanxi, Anhui, Jiangxi, Henan, dan Hunan) dengan berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Dubes Djauhari ikut menyaksikan penandatangan MOU kerja sama antara China Gezhouba Group (salah satu BUMN bidang konstruksi dan engineering terkemuka di Tiongkok yang berasal dari Provinsi Hubei) dan PT Mega Kuningan Internasional dengan nilai kontrak sebesar 150 juta dolar AS.

Gezhouba Group adalah perusahaan yang aktif berbisnis di Indonesia. Saat ini mereka sedang memfinalisasi proyek investasi PLTA 190MW dengan total investasi sekitar 620 juta dolar AS. Selama tiga tahun terakhir, nilai proyek yang telah ditandatangani Gezhouba Group di Indonesia telah mencapai angka 230 juta dolar AS.

Dubes Djauhari mengikuti kegiatan Forum on Global Production Capacity and Business Production di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, pada 19-20 Oktober 2018. (Foto: KBRI Tiongkok)

 

Selama kunjungan di Wuhan, Dubes Djauhari juga menyempatkan diri meninjau perusahaan Yangtze Optical Fibre and Cable Joint Stock Ltd. Co. (YOFC). Perusahaan lokal yang bergerak di bidang pembuatan kabel fiber optik ini telah mendirikan dua pabrik di Karawang, Indonesia dengan nilai investasi sebesar 36 juta dolar AS.

"Inovasi YFOC di bidang fiber optik, komponen utama dalam komunikasi digital, juga telah ditransfer kepada dua pabriknya di Indonesia. Ke depannya, YFOC akan meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi dan distribusi produknya untuk kawasan ASEAN dan Pasifik," demikian keterangan resmi Dubes Djauhari yang diterima Kabare.id, Senin (22/10/2018).

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di kota Wuhan, Dubes Djauhari juga menjadi salah satu panelis dalam Construction and Engineering Session, pada Forum on Global Production Capacity and Business Cooperation. Dalam paparannya, Dubes Djauhari menjelaskan perkembangan ekonomi Indonesia dan kebijakan, serta insentif investasi terkini kepada sekitar 200 peserta forum dari berbagai perusahaaan kostruksi terkemuka di Tiongkok.

“Ke depan, diharapkan kerja sama investasi dan ekonomi antara Indonesia-Tiongkok akan semakin meningkat dan semakin memajukan kedua bangsa yang besar ini,” tandas Dubes Djauhari. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post