Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Intip Penampakan Rumah Zohri yang Direnovasi oleh Pemerintah

Rumah atlet Indonesia Lalu Muhammad Zohri yang direnovasi oleh pemerintah. (Foto: dok. Kementerian PUPR)

Pemerintah melalui Kementerian PUPR telah menyelesaikan renovasi rumah dan rumah baru untuk atlet Lalu Muhammad Zohri asal Nusa Tenggara Barat yang menjuarai Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U-20 di Tampere, Finlandia.

LOMBOK-KABARE.ID: Pembangunan renovasi rumah dan rumah baru untuk Zohri merupakan perintah langsung Presiden Joko Widodo kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Juli 2018 lalu sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas prestasinya.

Menteri Basuki mengatakan, dalam melakukan renovasi rumah asli Zohri tetap memperhatikan desain awal rumah tersebut sesuai permintaan pihak keluarga. “Pihak keluarga Zohri ingin desain rumah tetap dipertahankan karena rumah tersebut memiliki banyak memori,” kata Basuki dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Selasa (21/5).

Renovasi rumah asli Zohri dilakukan bersama-sama dengan TNI dan Polri dengan total biaya sebesar Rp30 juta. Renovasi dilakukan dengan pengggantian dinding, atap, lantai dengan tetap mempertahankan nuansa sebelumnya. Rumah tersebut telah dilengkapi dengan meubelair berupa lemari, kursi, dan tempat tidur yang merupakan sumbangan dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Rumah berukuran 5×7 meter tersebut dilengkapi dengan satu kamar tidur, dapur kecil, kamar mandi dan ruang tamu di depan. Bentuknya hampir sama persis dengan rumah lama Zohri yang belum direnovasi.

Rumah baru

Sementara untuk pembangunan rumah baru Zohri dilakukan Kementerian PUPR bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang menyediakan lahannya.

Rumah baru Zohri tersebut dibangun di atas lahan seluas 500 meter persegi di Dusun Telaga Wareng, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Lokasinya hanya berjarak sekitar 1,5 km dari rumah lama Zohri yang direnovasi.

Rumah tersebut dibangun dengan tipe bangunan seluas 60 meter persegi terdiri dari halaman depan dan samping, ruang tamu, dapur, toilet, dan tiga kamar tidur. Pembangunannya menggunakan dana APBN tahun 2018 sebesar Rp591 juta.

Lingkup pekerjaannya terdiri dari pembangunan rumah utama tipe 60, pematangan lahan, pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU)/landscape, pagar keliling serta pembangunan bangunan pelengkap. Selain bangunan utama, juga dibangun bangunan pelengkap yang merupakan fasilitas musala dan tempat olahraga atau gym. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post