Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Ini Pentingnya Pemberian Vaksin Bagi Lansia dan Tenaga Kesehatan

Ilustrasi: Orang tua yang terkena virus influenza. (Ist)

Komplikasi akibat influenza dapat berupa radang paru, infeksi telinga, dan sinus. Tidak hanya itu, influenza juga dapat memperburuk kondisi medis seperti gagal jantung kongestif, asma, atau diabetes hingga menyebabkan kematian.

JAKARTA-KABARE.ID: Masih mengangap influenza adalah penyakit ringan? Faktanya, data WHO menyebutkan bahwa influenza menyebabkan 500 ribu kematian setiap tahunnya dan 70 persen dari kasus kematian tersebut dialami oleh lansia.

Mudahnya penularan virus influenza melalui udara dan percikan ludah akibat kontak langsung dari seseorang yang sudah lebih dulu terinfeksi membuat penyebaran virus ini menjadi tidak terbendung. 

Komplikasi akibat influenza pun dapat terjadi pada kelompok berisiko tinggi yaitu anakanak, orang lanjut usia di atas 65 tahun, individu dengan penyakit kronis, dan ibu hamil. Komplikasi akibat influenza dapat berupa radang paru, infeksi telinga, dan sinus. Tidak hanya itu, influenza juga dapat memperburuk kondisi medis seperti gagal jantung kongestif, asma, atau diabetes hingga menyebabkan kematian.

Sebenarnya pencegahan influenza dapat dilakukan melalui vaksinasi. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat mengenai upaya pencegahan menyebabkan influenza masih menjadi masalah kesehatan utama.

Baca juga: Presiden Jokowi Kenang Kalimat Sutopo

Prof. Dr. dr.  Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI mengatakan, vaksinasi influenza direkomendasikan oleh berbagai lembaga kesehatan, seperti WHO dan Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, terutama bagi mereka yang menderita penyakit kardiovaskuler.

“Vaksinasi merupakan cara efektif untuk mencegah infeksi dan komplikasi yang ditimbulkan oleh virus influenza,” ujar Prof Djauzi, dalam keterangan resmi yang diterima Kabare.id, belum lama ini. 

Data studi memperlihatkan bahwa vaksinasi influenza pada penderita kardiovaskuler dapat menurunkan risiko serangan jantung hingga 67 persen dan menurunkan risiko stroke sebanyak 24 persen. Bahkan, infeksi saluran napas oleh virus influenza dapat meningkatkan risiko terkena stroke dan serangan jantung 3 hingga 5 kali lipat dalam 3 hari setelah terinfeksi.

“Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI juga merekomendasikan pemberian vaksin influenza pada penyandang diabetes untuk menurunkan risiko terinfeksi virus influenza yang menyebabkan rawat inap, perawatan di unit intensif, dan kematian,” tambah Prof Djauzi, SpPD, K-AI.  

Baca juga: Cristiano Ronaldo Ajak Anak Muda Tangguh Menghadapi Tantangan Kehidupan

Sementara itu Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof. dr. Cissy B Kartasasmita, SpA(K), PhD menjelaskan bahwa vaksinasi influenza memberikan perlindungan hingga 90 persen bagi seseorang yang menerima vaksin dalam kondisi sehat.

“Vaksin influenza membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu dalam proses membentuk antibodi setelah vaksinasi dilakukan. Selanjutnya, vaksin dapat bertahan kurang lebih 1 tahun,” jelasnya.

Kenapa hanya bertahan sampai satu tahun? Prof Cissy menjelaskan bahwa hal ini disebabkan adanya antigenic drift atau mutasi minor saat virus influenza melakukan replikasi sehingga bersirkulasi virus galur yang baru.

“Oleh karena itu, vaksinasi influenza perlu dilakukan secara rutin setiap tahun. Efektivitas vaksinasi juga bergantung pada galur dalam vaksin influenza, sebab galur virus influenza dapat berubah setiap tahun,” jelasnya.

Baca juga: Jokowi Bertemu dengan Para Aktivis 98

Di Indonesia sendiri, jumlah vaksinasi influenza yang dilakukan oleh masyarakat masih tergolong rendah, cakupannya hanya berkisar 500 ribu dosis vaksin per tahun. Jika ditinjau dari sisi kelompok berisiko, cakupan vaksinasi influenza di kalangan petugas kesehatan di Indonesia pun masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan Singapura, Korea Selatan, dan Thailand.

Negara-negara tersebut bahkan mewajibkan vaksinasi influenza secara rutin setiap tahun untuk melindungi petugas kesehatan serta mencegah penularan influenza kepada pasien. “Influenza bukanlah penyakit yang sepele. Terutama di negara tropis seperti Indonesia, di mana flu bisa terjadi tidak hanya di musim hujan,” ujar Ketua PERGEMI, Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD, K-Ger.

Prof Siti menegaskan bahwa sudah saatnya masyarakat Indonesia melakukan pencegahan influenza melalui vaksinasi yang sesuai agar terlindungi secara efektif, terutama bagi kaum lansia dan tenaga kesehatan. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post