Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Ini Bahaya Jika Tubuh Kekurangan Protein

Ilustrasi: Makanan yang kaya akan protein. (Pixabay/stevepb)

Asupan harian protein yang disarankan para ahli kesehatan adalah 46 gram untuk perempuan dan 56 gram untuk laki-laki. Namun, terkadang tak semua orang bisa mencukupi kebutuhan itu.

JAKARTA-KABARE.ID: Apakah kamu sering merasa lapar padahal baru makan besar? Jika hal ini sering terjadi, bisa jadi kamu kekurangan protein.

“Terlepas dari usia dan IMT (Indeks Massa Tubuh) Anda, nafsu makan yang kuat akan terus membuat Anda makan hingga kebutuhan protein tercukupi. Ini berarti Anda lebih banyak makan dari seharusnya,” ujar Dr. Alison Gosby peneliti dari Universitas Sydney, Australia, seperti dikutip Antaranews.com, Jumat (24/8/2018).

Ilustrasi: anak-anak sakit. (Pixabay/sasint)

 

Kekurangan protein juga berdampak pada massa otot yang berkurang. “Jika Anda kekurangan asam amino (yang berasal dari protein), tubuh mulai memecah otot untuk mendapatkan asam amino yang diperlukan dari serat otot Anda. Akibatnya, otot kehilangan kekuatan dan terjadi penurunan matbolisme,” kata ahli gizi Erin Palinski-Wade.

Selain itu, kekurangan protein juga bisa membuat tubuh menjadi sering sakit. Kekurangan protein dapat menyebabkan hilangnya sel T yang berguna melindungi tubuh dari bakteri atau virus. Sehingga tubuh menjadi lebih rentan terinfeksi dan derajat keparahannya bisa lebih tinggi.

(Ilustrasi: pixabay/3dman_eu)

 

Kekurangan protein juga menyebabkan kerontokan rambut. “Rambut terbuat dari protein, sehingga asupan harian yang cukup makanan yang kaya protein penting. Sertakan setidaknya satu porsi protein seukuran telapak tangan saat sarapan dan makan siang,” ujar Anabel Kingsley, Trichologist dari Philip Kingsley Clinic di London.

Selain itu, kekurangan protein juga menyebabkan endema, istilah medis yang mengacu pada kelebihan cairan yang terakumulasi dalam jaringan tubuh (bengkak). Menurut Havard Health, protein diperlukan untuk menahan garam dan air di dalam pembuluh darah, sehingga cairan tidak bocor ke dalam jaringan.

Jika kadar protein darah (albumin) terlalu rendah, cairan tertahan. Endema biasanya terjadi di kaki, pergelangan kaki, dan kaki bagian bawah. (ant/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post