Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Indonesia Terima Penghargaan Literasi Tingkat Dunia

Indonesia menerima penghargaan literasi tingkat dunia. (Foto: Kemendikbud RI)

Indonesia menerima penghargaan literasi tingkat dunia, The UNESCO Confucius Prize for Literacy.

JAKARTA – KABARE.ID: Penerima penghargaan tersebut adalah BASAbali Wiki, sebuah organisasi yang berupaya melestarikan bahasa Bali melalui pembuatan aplikasi digital kamus bahasa Bali.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Dirjen UNESCO untuk bidang Pendidikan, Stefania Giannini kepada Direktur BASAbali Gde Nala Antara di kantor pusat UNESCO, Paris, Prancis, Senin (9/9/2019).

Program BASAbali, tutur Nala, menggabungkan upaya pelestarian bahasa daerah melalui digitalisasi bahasa. Program tersebut merupakan integrasi pengembangan bahasa Bali melalui kamus wiki, ensiklopedia, dan perpusatakaan virtual.

“Sejak diluncurkan pada tahun 2011, BASAbali Wiki telah digunakan lebih dari 500 ribu orang,” jelas Nala dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Rabu (11/9/19).

Untuk menjamin kualitas dan akurasi bahasa, BASAbali memiliki tim pakar yang memeriksa tiap kosakata yang diunggah dalam laman mereka. Mereka juga menyajikan kosakata bahasa daerah Bali yang disalin ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Baca juga: Pelajar Indonesia Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional Serbia

Sementara itu, Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Surya Rosa Putra menuturkan bahwa penghargaan tersebut merupakan bukti pengakuan dunia. Indonesia telah menjadi acuan bagi penyelenggaraan program literasi.

“Berdasarkan data UNESCO tahun 2019, Indonesia memiliki 707 bahasa daerah, atau yang terbanyak dari 29 negara yang menjadi target pengembangan literasi oleh UNESCO,” ujar Surya.

Ini bukanlah kali pertama Indonesia menerima penghargaan serupa. Pada tahun 2012, Indonesia mendapatkan penghargaan UNESCO King Sejong Literacy Prize. Bahasa daerah memiliki repertoar atau perbendaharaan kata yang amat beragam dan hal tersebut dapat memperkaya bahasa Indonesia.

Pada tahun ini UNESCO merayakan Hari Aksara Internasional dengan tema “Literacy and Multilingualism”. Stefania Giannini mengatakan, alasan dipilihnya tema tersebut adalah karena literasi memiliki keterkaitan dengan bahasa.

Berdasarkan data UNESCO Institute for Statistic, pada tahun 2019 terdapat sekitar 750 juta orang dewasa di dunia yang memiliki keterbatasan kemampuan literasi dasar. “Saat ini ada sekitar 7.000 bahasa yang digunakan di lebih dari 200 negara, namun terdapat 2.680 bahasa yang nyaris punah,” ujar Stefania. (*/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post