Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Indonesia-Suriname Perkuat Kemitraan Ekonomi

Menlu RI, Retno L.P. Marsudi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Suriname, Yldiz Deborah Pollack-Beighle, di Paramaribo, Suriname, Senin  (20/5). (Foto: Kemenlu RI)

Indonesia memiliki hubungan sejarah dan budaya yang khusus dengan Suriname. Suku bangsa dan bahasa Jawa merupakan salah satu suku bangsa dan bahasa yang hidup di Suriname.

SURINAME-KABARE.ID: Indonesia dan Suriname sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi.  Pernyataan ini disampaikan oleh Menlu RI, Retno L.P. Marsudi setelah pertemuan bilateral dengan Menlu Suriname, Yldiz Deborah Pollack-Beighle, di Paramaribo, Suriname, Senin  (20/5).

Kunjungan Menlu RI ke Suriname, merupakan kunjungan kerja penuh pertama Menlu RI ke Suriname dalam 26 tahun terakhir. Dalam kunjungan tersebut Menlu RI juga berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Suriname, Desire Delano Bouterse.

Menru Retno mengatakan bahwa Indonesia memiliki hubungan sejarah dan budaya yang khusus dengan Suriname. Suku bangsa dan bahasa Jawa merupakan salah satu suku bangsa dan bahasa yang hidup di Suriname.

“Dengan bekal dan hubungan sejarah dan budaya yang khusus ini, menjadi sangat alami bagi Indonesia dan Suriname untuk memperkokoh hubungan bilateral di berbagai bidang, khususnya ekonomi dan pembangunan," kata Menlu Retno dalam keterangan resmi Kemenlu RI, yang dikutip Kabare, Selasa (21/5).

Baca juga: Masjid Istiqlal akan Direnovasi, Anggarannya Capai Rp465 Miliar

Beberapa kerja sama ekonomi disepakati antara lain pembangunan infrastruktur, pertambangan, energi, pengembangan perbankan Syariah, dan peternakan, khususnya inseminasi buatan. “Indonesia sampaikan ketertarikannya untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di Suriname, termasuk proyek-proyek yang mendapat pembiayaan dari Islamic Development Bank," kata Menlu Retno.

Dalam upaya memanfaatkan berbagai peluang yang ada, delegasi bisnis Indonesia juga telah melakukan kunjungan ke Suriname pada bulan Maret 2019. Beberapa area kerja sama yang mendapat perhatian delegasi bisnis Indonesia antara lain di bidang pertambangan emas, pembangunan perkotaan, dan pembangunan solar panel untuk perumahan.

Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk membantu Suriname dalam mengembangkan perbankan Syariah. Bank Indonesia telah mengirimkan tim ke Suriname guna memberikan pelatihan regulasi dan pengawasan perbankan syariah. “Kerja sama di bidang perbankan syariah merupakan salah satu potensi kerja sama, dalam konteks ini, Bank Mandiri Syariah telah mendukung upaya peningkatan kapasitas  di bidang risk management dan accounting syariah," kata Menlu Retno.

Baca juga: Beli Asuransi Cuma Rp5.000, Mudik Aman Sampai Kampung Halaman

Di bidang peternakan, Indonesia juga telah menyampaikan komitmen untuk melakukan kerja sama inseminasi buatan ternak dalam rangka kerja sama South-South Triagular Cooperation, melalui Reverse Linkage dari Islamic Development Bank. Draft Technical Agreement menurut rencana akan ditandatangani pada paruh pertama 2019.

Selain di bidang ekonomi, salah satu area yang juga menjadi perhatian kerja sama Indonesia-Suriname adalah bidang pengembangan Pusat Pelatihan Diplomatik Suriname. MoU kerja sama pelatihan dan pendidikan diplomatik telah ditandatangani Desember 2018. Pada Maret 2019, Indonesia telah mengirimkan tim guna memberikan pengalaman Indonesia dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan diplomatik.

Selama kunjungan, telah ditandatangani perjanjian bebas visa kunjungan singkat bagi pemegang paspor biasa. Perjanjian ini merupakan satu-satunya yang mencakup para pemegang paspor diplomatik, dinas, dan paspor biasa dalam satu perjanjian.

Diharapkan perjanjian bebas visa kunjungan tersebut dan eratnya hubungan sejarah dan budaya yang khusus ini menjadi dasar untuk semakin memperkuat people-to-people contact antara kedua negara. (rls/bas)​

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post