Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Indonesia Rugi Rp100 Triliun Setiap Tahun Gara-gara Macet di Jabodetabek

Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden, Mensesneg, dan Seskab bersiap memimpin Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/3) pagi. (Foto: Humas Setkab/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pengintegrasian pengelolaan transportasi di Jabodetabek tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena sudah menimbulkan kerugian yang sangat besar.

JAKARTA-KABARE.ID: Indonesia diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp100 triliun, disebabkan oleh kemacetan yang terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Studi Bappenas ditemukan angka kerugian Rp65 triliun karena kemacetan di Jabodetabek setiap tahunnya. Dan bahkan Pak Wapres, Pak Gubernur menyampaikan angka sampai Rp100 triliun. Ini jumlah yang sangat besar sehingga perlu segera diselesaikan,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Kebijakan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/3) pagi.

Untuk itu, Jokowi menekankan, jangan ada lagi yang namanya ego sektoral, ego kementerian, ego daerah, karena semuanya yang ada adalah kepentingan nasional.

Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo itu mengatakan bahwa pengintegrasian sistem transportasi perkotaan dengan tata ruang sangatlah penting. Ia mengingatkan, pentingnya kesinambungan ketersambungan antara antarmoda, baik nantinya MRT (Moda Raya Transportasi), LRT (Light Rail Transit), Transjakarta kemudian moda-moda yang lainnya, seperti KRL (Kereta Rel Listrik), dan angkutan-angkutan umum lainnya.

Ia meyakini, langkah-langkah tersebut akan sangat mengurangi kemacetan yang ada di Jabodetabek. Dengan selesainya nanti MRT dan LRT serta yang lainnya, Jokowi berharap rakyat akan mendapatkan sebuah layanan transportasi massal yang aman, nyaman, dan lebih baik.

Tampak hadir dalam rapat tersebut antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Kemudian, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menhub Budi K. Sumadi, Menaker Hanif Dhakiri, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menkominfo Rudiantara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum, dan para Bupati/Wali Kota se-Jabodetabek. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post