Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Indonesia Raih Medali Emas di Olimpiade Biologi Internasional 2019

Ilustrasi: Ist

Medali emas diraih oleh Aditya David Wirawan dari SMAK 1 Petra, Surabaya.

HONGARIA – KABARE.ID: Tim Olimpiade Biologi Indonesia berhasil memboyong empat medali di ajang Olimpiade Biologi Internasional ke-30 (30th International Biology Olympiad/ IBO) yang diselenggarakan di Szeged, Hongaria, pada 14 -. 21 Juli 2019. Keempat medali tersebut adalah 1 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Medali emas diraih oleh Aditya David Wirawan dari SMAK 1 Petra, Surabaya. Medali perak diraih oleh Nedi Sawego Yogya dari SMA Pribadi Bandung dan Made Ayu Utami Intaran dari SMAN 21 DKI Jakarta. Sementara medali perunggu berhasil diraih oleh Hanif Al Husaini dari SMAN 1 Salatiga).

Saat ini Made Ayu Utami Intaran telah diterima di Fakultas Teknologi Industri ITB, sedangkan Nedi Sawego Yogya telah diterima di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB. Sementara dua siswa lainnya masih duduk di bangku SMA.

Pelajar Indonesia yang menjadi peserta IBO 2019 merupakan hasil seleksi berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, hingga provinsi, yaitu Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2018 di Padang, Sumatra Barat. Mereka dibina oleh tim pengajar dan asisten dari Tim Olimpiade Biologi Indonesia sebelum bertanding dalam IBO 2019.

IBO ke-30 dibuka secara resmi pada Minggu, 14 Juli 2019 di National Theater kota Szeged (berjarak 175 km dari Budapest). Para peserta harus mengikuti dua jenis ujian, yaitu praktikum dan teori dengan empat topik yaitu Biokimia; Fisiologi Hewan dan Biologi Molekuler; Anatomi Hewan, Ekologi, dan Sistematik Tumbuhan; dan Bioinformatik dan Neurobiologi.

Selama pelaksanaan IBO 2019 di Szeged, tim Indonesia didampingi oleh enam pendamping. Beberapa di antaranya berperan sebagai juri internasional. Para juri pendamping negara-negara lain umumnya merupakan guru, dosen, maupun profesor dari universitas-universitas terkemuka di beberapa negara maju.

Selain menerjemahkan soal ke bahasa negara masing-masing, juri dari berbagai negara bekerja sama dalam menelaah soal-soal tes (praktikum dan teori) sehingga meningkatkan kualitas soal sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang biologi modern. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post