Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Indonesia Punya Dua Cagar Biosfer Baru

dok.ristekdikti.go.id

Indonesia memiliki dua Cagar Biosfer baru yang diakui oleh dunia, yakni Cagar Biosfer Togean Tojo Una-Una di Sulawesi Tengah dan Cagar Biosfer Saleh-Moyo-Tambora (Samota) di Nusa Tenggara Barat.

JAKARTA-KABARE.ID: Keduanya resmi ditetapkan sebagai Cagar Biosfer ke-15 dan 16 dalam Sidang ke-31 International Co-ordinating Council of the Man and the Biosphere Programme (ICC-MAB) UNESCO Meeting di Head Quarter UNESCO, Paris, Prancis pada 19 Juli 2019.

Penetapan dua Cagar Biosfer itu melengkapi Cagar Biosfer yang telah ada sebelumnya yakni Cibodas, Komodo, Lore Lindu, Tanjung Putting, Gunung Leuser, Siberut, Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Wakatobi, Bromo-Tengger-Semeru, Arjuno, Taka Bonerate-Kepulauan Selayar, Belambangan, Berbak-Sembilang, Batang Kerihun Danau Sentarum, serta Rinjani Lombok.

“Cagar Biosfer Togean Tojo Una-Una meliputi area seluas 2.187.632 hektar di jantung Segitiga Terumbu Karang yang mempunyai  keanekaragaman karang tertinggi di dunia serta hutan bakau dan ekosistem pulau kecil,” kata Presiden ICC-MAB UNESCO, Enny Sudarmonowati.

Enny yang juga merupakan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu menjelaskan, Togean Tojo Una-Una adalah rumah bagi  363 spesies tanaman, termasuk 33 spesies mangrove. “Juga habitat hewan seperti tarsius, monyet Togean, serta babirusa, kuskus, duyung, paus dan lumba-lumba,” terang Enny.

Sementara Cagar Biosfer Samota terletak di antara dua Cagar Biosfer yang sebelumnya ada, yakni Pulau Komodo dan Rinjani Lombok. “Cagar Biosfer Samota meliputi area seluas 724.631,52 hektar yang terdiri dari lima ekosistem utama meliputi pulau-pulau kecil, kawasan pantai hutan bakau, pesisir, hutan dataran rendah dan pegunungan, serta sabana,” ujar Enny.

Ia menjelaskan, daerah inti Cagar Biosfer Samota memainkan peran penting dalam melestarikan keanekaragaman hayati di kawasan itu. “Zona penyangga dan daerah transisinya memiliki potensi pertanian untuk produksi buah dan sayuran, serta padi, kopi dan kakao, dan peternakan,” jelasnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post