Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Indonesia Pimpin Pertemuan Internasional terkait Perlindungan Budaya Tradisional

Ilustrasi: ist

Indonesia menjadi pemimpin pertemuan internasional untuk mendorong tercapainya perlidungan kekayaan intelektual atas sumber daya genetik, pengetahuan tradisional, dan ekspresi budaya tradisional (SDGPTEBT) di Montreux, Jenewa, Swiss.

SWISS-KABARE.ID: Pertemuan dibuka oleh Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, WTO, dan organisasi internasional lainnya, Duta Besar Hasan Kleib. Pertemuan itu dihadiri lebih dari 50 perwakilan negara serta perwakilan kalangan industri, LSM internasional, dan organisasi masyarakat adat internasional.

“Sebagai salah satu negara yang kaya akan sumber daya genetik dan budaya serta pengetahuan tradisional, perlindungan SDGPTEBT merupakan bagian dari prioritas nasional yang perlu untuk terus diperjuangkan,“ ujar Duta Besar Hasan Kleib dalam pidato pembukaan konferensi internasional tersebut, sebagaimana dikutip Kabare dari keterangan resmi PTRI Jenewa, Jumat (31/5).

Tujuan utama dari penyelenggaraan Konferensi Internasional ini adalah untuk mendorong pengesahan perjanjian internasional perlindungan SDGPTEBT dan untuk memastikan kesinambungan mandat perundingan atas pengesahan perjanjian dimaksud.

Indonesia merupakan salah satu dari 17 negara megadiverse dunia, yang memiliki keanekaragaman jenis flora (lebih dari 20 ribu) dan fauna (lebih dari 350 ribu) serta pengetahuan dan ekspresi budaya (lebih dari 7 ribu).

Nilai perdagangan global SDGPTEBT setiap tahunnya mencapai lebih dari 800 milyar dollar AS dan berpotensi untuk berkontribusi terhadap pendapatan ekonomi nasional.

Tanpa pengakuan perlindungan kekayaan intelektual internasional atas SDGPTEBT, maka aset sumber daya genetik dan budaya Indonesia berpotensi untuk terus disalahgunakan dan dimanfaatkan oleh asing.

Indonesia merupakan salah satu negara kunci perundingan perjanjian internasional terkait SDGPTEBT di WIPO. Sejak tahun 2012,  Indonesia berperan sebagai Wakil Ketua perundingan perlindungan SDGPTEBT dan sejak tahun 2008, Indonesia merupakan koordinator Like Minded Group of Countries dalam perundingan SDGPTEBT. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post