Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Indonesia Masuk Dalam 10 Negara Teraman di Dunia

Ilustrasi: Keramahan masyarakat Indonesia terkenal di penjuru dunia. (Foto: Kementerian Pariwisata)

Indonesia masuk ke dalam 10 negara teraman di dunia menurut data yang dirilis Gallup's Law and Order Report tahun 2018. Dari data itu, Indonesia mendapat skor 89 dan berada di posisi ke-9 sebagai negara dengan tingkat ketertiban dan hukum tertinggi.

JAKARTA-KABARE.ID: Data itu sekaligus menyandingkan keamanan Indonesia setingkat di atas Denmark dan setingkat di bawah Kanada. Adapun posisi puncak dipegang oleh Singapura dengan skor 97, diikuti Norwegia, Islandia, dan Finlandia yang masing-masing mendapat skor 93.

"Ini tentu kabar baik juga untuk Pariwisata Indonesia. Dengan tingkat keamanan yang tinggi, akan membuat calon wisatawan mancanegara tidak ragu lagi datang ke Indonesia," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, dalam keterangan resmi, Minggu (13/1/2019).

Menpar menambahkan, di kawasan Asia, Indonesia hanya kalah dari Singapura. “Bila dibandingkan, luas Indonesia jauh lebih besar dan penduduknya jauh lebih banyak dari Singapura, ini tentu sebuah kebanggaan," sambung Menpar.

Baca juga: Denpasar dan Jakarta Masuk dalam Kota Tersehat di Dunia

Keamanan Indonesia tidak hanya diakui Gallup's Law and Order Report saja. Dalam laporan salah satu situs perjalanan wisata di Inggris, Ampersand Travel, terdapat riles indeks tingkat keamanan wisata solo bagi perempuan.

Dalam data tersebut, Indonesia menjadi negara teraman ke-5 dari 70 negara-negara dunia dengan urutan teratas diisi oleh Jepang, Perancis, Spanyol, Amerika Serikat, dan Indonesia.

Keamanan Indonesia di mata internasional bisa dilihat dari gelaran-gelaran internasional yang diadakan di Indonesia. Selama 4 tahun terakhir, tidak pernah ada gangguan berarti yang mengancam keamanan.

"Contohnya bisa kita lihat saat event Asian Games dan Annual Meeting IMF-World Bank belum lama ini. Puluhan ribu tamu datang dari segala penjuru dunia. Dan acaranya aman terkendali," pungkas Menpar Arief Yahya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post