Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Indonesia Masih Kalah dari Vietnam dan Bangladesh Soal Pertumbuhan Pasar Tekstil

Ilustrasi: (Image Dynamics))

Pertumbuhan pangsa pasar tekstil dan produk tekstil Indonesia di pasar global cenderung stagnan, yaitu di sekitar 1,6 persen. Masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Vietnam 4,59 persen dan Bangladesh 4,72 persen di tahun 2018.

JAKARTA – KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, industri tekstil dan pakaian jadi menjadi industri dengan pertumbuhan tertinggi di Triwulan II 2019 tahun ini, yaitu sebesar 20,71 persen.

“Ini adalah pertumbuhan yang yang sangat tinggi, dan masuk lima besar sebagai industri dengan kontribusi tertinggi terhadap PDB di Triwulan II 2019 yaitu 1,30 persen,” kata Presiden Jokowi.

Pernyataan itu disampaikannya saat menerima Pengurus dan Anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Serat Sintetis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/9) siang.

Namun, kata Jokowi, pertumbuhan pangsa pasar tekstil dan produk tekstil Indonesia di pasar global cenderung stagnan, yaitu di sekitar 1,6 persen. Ia juga menambahkan bahwa posisi Indonesia tertinggal jauh misalnya kalau dibandingkan dengan dua pesaing utama, yaitu Vietnam 4,59 persen dan Bangladesh 4,72 persen di tahun 2018.

Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat menerima pengurus API dan APSyFI, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/9) siang. (Foto: Agung/Humas Setkab)


Jokowi mensinyalir, rendahnya pertumbuhan ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia itu karena tingginya biaya produksi lokal, fasilitas dan kebijakan dagang yang berpihak pada impor, dan kurangnya perencanaan jangka panjang yang berdampak pada minimnya investasi.

Ia pun meminta masukan dari API maupun APSyFI mengenai apa yang bisa dikerjakan untuk memperbaiki kondisi tersebut. “Saya ingin tahu betul apa yang diinginkan oleh pelaku usaha, saya kira jangan banyak-banyak usulannya, tiga pokok saja tapi kita rumuskan, kita putuskan, kemudian pemerintah akan lakukan kebijakannya sehingga betul-betul bermanfaat bagi Bapak-Ibu semuanya,” kata Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menperin Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala BEKRAF Triawan Munaf, Ketua Umum API Ade Sudradjat, dan Ketua Umum APSyFI Ravi Shankar. (*/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post