Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Indonesia Kirim 12 Karateka untuk Berlaga di Kejuaraan Karate Internasional di Belgia

Sebanyal 12 karateka saat diterima di kantor Kemendikbud RI, Senin (5/11/2019). (Foto: Kemendikbud RI)

Mereka adalah para juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) bidang karate yang mengikuti 4th Edition of International Karate Open of Province de Liege tahun 2019 di Herstal, Belgia.

JAKARTA – KABARE.ID: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengirim 12 siswa jenjang SD dan SMA ke kompetisi karate internasional di Belgia.

Direktur Pembinaan SMA, Kemendikbud Purwadi Sutanto mengatakan, sebelum berangkat ke Belgia, para siswa tersebut mengikuti pemusatan latihan di Jakarta selama lebih dari dua minggu.

Empat hal yang dipersiapkan yaitu perispaan fisik, persiapan teknik, persiapan mental, dan uji tanding. Kejuaraan karate di Belgia sendiri akan diikuti oleh 40 negara.

“Target kita tahun ini insyaallah minimal sama dengan tahun lalu, yaitu empat medali emas, kalau bisa lebih baik,” ujar Purwadi saat pelepasan kontingan Indonesia untuk berlaga di Belgia, di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Callista Almira Cahyati, satu peserta kompetisi dari jenjang SD kelas 5 SDN Rangkah Surabaya, mengungkapkan perasaannya bisa terpilih sebagai anggota kontingen Indonesia di ajang karate internasional. “Rasanya senang dan terharu. Untuk teman-teman di Indonesia, tetap semangat dan jangan putus asa,” ujarnya.

Dari jenjang SMA, ada Dino Henry Tutu dari SMA Negeri 9 Manado, Sulawesi Utara. Dino yang menyukai olahraga karate sejak kecil itu mengaku persiapan tim Indonesia sudah maksimal. Orang tuanya pun mendukung penuh aktivitasnya dalam mendalami karate.

Bagi Dino, belajar karate juga ikut mendapatkan nilai-nilai pendidikan karakter. “Jadi belajar displin, sopan santun, bagaimana bergaul adengan teman-teman kita, baik dari daerah lain atau sesama,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Farhan Al Amin dari SMA Negeri 1 Kabupaten Solok, Sumatra Barat. “Nilai karakter banyak yang bisa diambil, misalnya , disiplin, menghormati orang lain. Lalu kalau ada kemampuan bela diri bukan untuk bangga-banggaan. Kita punya potensi harus disalurkan untuk berprestasi,” tutur Farhan. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post