Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Indonesia Ikut Memeriahkan Festival OKI di Mesir

Foto: Kementerian Luar Negeri RI

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Cairo, Yubil Septian mengatakan, acara ini merupakan wahana promosi budaya dan pariwisata Indonesia sekaligus memperkuat citra Indonesia di negara-negara OKI.

JAKARTA-KABARE.ID: Indonesia ikut meramaikan Festival Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pertama yang digelar di Mesir belum lama ini.

Produk-produk yang ditampilkan Indonesia dalam festival ini, antara lain kerajinan tangan dan makanan khas seperti lumpia, pastel, bolu kukus, risoles, martabak manis, dan juga kue lumpur. Dipentaskan juga tari Betawi, serta pameran baju tradisional Kalimantan.  

Baca juga: Ulama Se-Jadetabek Doakan Presiden Diberi Kemudahan Menjaga dan Membangun Indonesia

Mengusung tema “One Nation, A Diversity of Cultures, Palestine in the Heart", festival ini digelar untuk saling mengenalkan negara anggota OKI sekaligus memberikan dukungan untuk kemerdekaan Palestina.

“Acara ini merupakan cermin kekayaan budaya negara-negara anggota OKI. Selain itu, kami juga perlu terus menerus menekankan nilai-nilai mulia dalam Islam seperti toleransi, penolakan terhadap kekerasan, ekstrimisme dan terorisme," ujar Dr. Enas Abdel-Dayem, Menteri Kebudayaan Mesir dalam sambutan pembukaannya di Cairo Opera House pada tanggal 5 Februari 2019.

Baca juga: Tantangan PWI Jaman Now, di Tengah Arus Idealistis dan Realistis

​​Selain Indonesia, terdapat 17 negara lainnya yang berpartisipasi dalam festival ini, antara lain Bangladesh, Pakistan, Mauritania, Burkina Faso, Mesir, Palestina, Saudi Arabia, Azarbeijan, Aljazair, Guina, Sinegal, Mozambik, Uni Emirat Arab, Yaman, Kuwait, Comoro, dan Maroko.

Acara pembukaan festival dimeriahkan dengan pemutaran film dokumenter mengenai OKI. Diselenggarakan juga penganugerahan penghargaan kepada lima tokoh terkenal dalam dunia Islam, yaitu Menteri Luar Negeri Arab Saudi Dr. Nizar bin Obaid Madani, Caucasus Mufti dari Azerbaijan Shaykh al-Islamullah Shukr Pashazadeh, penyair Farouk Guida dari Mesir, dan Ibu Negara Burkina Faso Vofor Adjwafa Sika Kapoori. (rls/bas)​​

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post