Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Indonesia Gelar Kejuaraan Pencak Silat di Belanda

Indonesia menggelar kejuaraan pencak silat di Belanda. (Foto: Kemenlu RI)

Nederlandse Pencak Silat Federatie (NPSF) menggelar Open Pencak Silat Tournament di Sportcampus Zuiderpark, Belanda. Turnamen ini diikuti peserta dari Belanda, Jerman dan Belgia.

BELANDA-KABARE.ID: Kegiatan yang didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag dan Rumah Budaya Indonesia ini dijalankan dengan baik oleh Perguruan Merpati Putih Den Haag sebagai pelaksana yang ditunjuk oleh NPSF menjadi tuan rumah untuk turnamen kali ini. 

“Partisipasi anda semua pada hari ini yang datang tidak hanya dari Belanda tapi dari Jerman dan Belgia telah memberikan harapan besar dan optimisme bagi masa depan Pencak Silat untuk diakui di tingkat internasional,” ujar wakil KBRI Den Haag melalui keterangan resmi, pada Selasa (5/2/2019).

Ia menambahkan, kegiatan ini digelar sebagai upaya agar pencak silat dapat diakui oleh the International Olympic Committee (IOC) dan dapat berlaga di Olimpiade.​

“Kita membutuhkan sedikitnya dukungan dari 70 negara untuk berlaga di Olimpiade.. Kami juga berharap melalui tournament ini nilai-nilai persaudaraan, solidaritas, saling menghormati dan sportivitas akan semakin kuat, tetap terjaga dan dijunjung tinggi,” ujarnya.

Baca juga: Konjen Tiongkok Gelar Malam Budaya di Kupang dan Sumba Timur

Open Pencak Silat Tournament yang diselenggarakan dalam satu hari tersebut (3/2/2019), diikuti oleh 99 peserta dan 17 kontingen/perguruan dari 3 negara yaitu Belanda, Jerman dan Belgia.

Turnamen mempertandingkan berbagai kelas yaitu junior, youth, dan senior ​dan dihadiri oleh 250 orang masyarakat Belanda maupun Indonesia untuk menyaksikan secara langsung seluruh pertandingan yang dimulai pukul 10 pagi hingga pukul 5 petang. 

Turnamen ini diselenggarakan dalam rangka memberikan kesempatan bagi pesilat baru untuk mengikuti kompetisi dan memperkaya pengalaman bagi yang sudah lama. Untuk mempertinggi rasa percaya diri bagi para pesilat muda, diberikan pula tempat khusus untuk berlaga tanpa mengikuti turnamen.

Baca juga: Pentas Teater Nyanyi Sunyi Revolusi: Menghidupkan Kembali Amir Hamzah, Penyair yang Teguh pada Kebajikan

NPSF didirikan tahun 2015 dan telah mendapatkan pengakuan secara resmi dari Federasi Pencak Silat Eropa (EPSF), yang berbasis di London, Inggris, dan Federasi Pencak Silat Internasional (PERSILAT), yang berbasis di Jakarta, Indonesia.

NPSF mendukung dan mempromosikan seni bela diri pencak silat dengan menyelenggarakan berbagai turnamen, seminar dan festival bersama dengan para anggotanya. Mereka juga menjalin hubungan yang erat dengan KBRI Den Haag dan dengan organisasi pencak silat regional dan nasional di seluruh dunia.

Sepanjang tahun 2019 ini turnamen pencak silat akan kembali digelar di berbagai tempat, diantaranya Perguruan Satria Muda Indonesia: Open Pencak Silat Toernooi, pada 31 Maret 2019 di Hoofddorp. Belgische Pencak Silat Federatie: Belgium Open 2019, 26-28 April 2019, di Schoten, Belgia. NPSF: Internationaal Pencak Silat Event, di Den Haag, 11-13 Oktober 2019. Dan Open Pencak Silat Toernooi pada 23-27 November 2019. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post