Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Ikan Dingkis Sajian Khas Imlek di Batam, Dipercaya Bawa Keberuntungan

Ikan dingkis. Foto: Istimewa

Ikan dingkis adalah salah satu sajian khas saat Imlek di Batam, Kepulauan Riau. Jelang Imlek harga ikan dingkis bisa meroket hingga 10 kali lipat yakni Rp 500.000 per kilogram.

KABARE.ID - Ikan dingkis adalah salah satu sajian khas saat Imlek di Batam, Kepulauan Riau. Saking digemarinya, harga ikan dingkis jelang Imlek bisa meroket hingga 10 kali lipat yakni Rp 500.000 per kilogram.

Setiap menjelang imlek, ikan dingkis lebih spesial karena masuk waktu bertelur dan baunya tidak amis seperti biasanya. Ikan ini akhirnya dianggap sebagai harta karun dari laut karena banyak diburu untuk sajian Imlek.

Tak heran jika masyarakat Tionghoa di pesisir Malaka percaya jika konsumsi ikan dingkis saat imlek akan membawa keberuntungan di sepanjang tahun.

Warga Tionghoa menyebut ikan dingkis dengan sebutan phai cia atau ikan imlek. Biasanya ikan akan disajikan secara utuh satu ekor dengan cara dibakar atau disajikan dengan campuran sayur daun bawang untuk hidangan tamu yang datang.

Di Batam, ikan dingkis banyak dihasilkan di Pulau Kasu, Pulau Karas, dan juga di perairan wilayah Jembatan Barelang. Tak hanya dikonsumsi oleh warga Batam, ikan dingkis dari nelayan juga banyak dikirim langsung ke Singapura.

Nelayan di Batam biasanya menangkap ikan dingkis dengan kelong. Kelong adalah salah satu alat perangkap ikan yang digunakan oleh nelayan pesisir.

Biasanya kelong dibuat dari kayu libung, kayu khusus yang berbentuk pipih tapi kokoh. Bentuk kelong menyerupai huruf Y.

Jika rombongan ikan sudah masuk mulut kelong, nelayan bersiap menutup pintunya. Terdapat 3 pintu yang dilalui ikan, sebelum masuk ke dalam jaring-jaring nelayan.

Namun berburu ikan dingkis tidak selamanya mudah. Dilansir dari Tribun Batam, Suryadi nelayan Pulau Pecong bercerita walaupun sudah seharian mencari, ia hanya menangkap beberapa ekor ikan dingkis.

"Sehari jaga kelong namun dapat hanya segini, pasang tiang kelong sebulan," ucapnya sembari memperlihatkan hasil tangkapan kelong yang hanya beberapa ekor.

“Kadang iya begitu lah, lihat ni saya sudah seharian duduk menunggui ikan Dingkis masuk namun hanya beberapa ekor saja yang dapat.Mungkin ini belum rezeki saya ya," katanya.

Kata dia, kondisi cuaca dan musim juga mempengaruhi tangkapan ikan dingkis. "Kalau hujan ikan ini lebih dapat banyak, sebab kalau turun hujan itu musimnya dan para ikan dingkis keluar," ujarnya.

Imlek tahun 2021 dirasa berbeda karena hasil tangkapan nelayan yang mencari ikan dingkis menurun drastis. Tak hanya nelayan jaring, nelayan keramba ikan dingkis juga mengeluhkan hal yang sama.

“Tahun ini tidak seperti tahun kemarin, tahun ini entah kenapa, sulit untuk ditemukan,” kata Alfian nelayan Pulau Galang sebagaimana diberitakan Kompas.com, Kamis (11/2/2021).

Fian mengaku tahun ini benar-benar tahun yang sangat sulit untuk mencari dingkis. “Jangankan untuk kirim ke Singapura, untuk konsumsi di Batam saja berkurang,” jelas Fian.

Menurut Fian, biasanya tiga hari menjelang Imlek dirinya sudah bisa mengantongi uang hampir Rp 70 jutaan, akan tetapi saat ini untuk mencapai Rp 10 juta saja sulit.

“Benar-benar berbeda tahun ini, apa mungkin ada pengaruhnya dengan masa pandemi kali ya,” ungkap Fian seraya bercanda. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post