Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Ibu Negara Tanam Mangrove di Batam

Ibu Negara bersama ibu-ibu Oase Kabinet Kerja menanam mangrove di Batam, Rabu (7/8/19). (Foto: Setneg)

Kegiatan menanam mangrove di Batam bukan pertama kalinya dilakukan oleh Ibu Negara Iriana. Menurutnya, ia sudah mengunjungi 34 provinsi dan menanam lebih dari 170 ribu batang pohon mangrove.

BATAM - KABARE.ID: Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla menanam mangrove di Pancur Pelabuhan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (7/8/19).

Para istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) dan Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar turut mendampingi keduanya.

Tiba di Pancur Pelabuhan sekitar pukul 10.17 WIB, Ibu Iriana dan rombongan terlebih dahulu meninjau pameran produk mangrove.

Dalam sambutannya, Iriana mengaku sangat senang bisa hadir untuk menanam mangrove bersama dengan masyarakat setempat.

Kegiatan menanam mangrove ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Iriana.

Menurutnya, ia sudah mengunjungi 34 provinsi dan menanam lebih dari 170 ribu batang pohon mangrove.

Pada saat mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri KTT G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019 lalu, Iriana menghadiri simposium bersama para istri pemimpin dunia lainnya. Dalam simposium bertema “Oceans – A Precious Resource for Our Lives” itu, ia juga berbicara mengenai kegiatan menanam mangrove yang rutin dilakukannya.

“Saya juga sedikit memberi masukan bahwa kita menanam mangrove tidak hanya menyuruh saja, tapi kita langsung terjun bersama masyarakat dan pastinya kementerian yang terkait,” imbuh Iriana, seperti dilansir dari BPMI.

Mengutip siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), suatu ekosistem mangrove berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan pantai, pelindung erosi dan abrasi air laut, serta penyangga dan pencegah intrusi air laut.

Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai tempat berlindung atau berkembangbiaknya berbagai jenis fauna dan biota laut, sumber pendapatan masyarakat seperti pemanfaatan kayu dan nonkayu, serta ekowisata.

Menurut KLHK, tanaman mangrove selebar sekitar 100 meter dengan ketinggian akar 30-100 centimeter mampu mereduksi besarnya gelombang tsunami hingga 90 persen.

Mangrove juga memiliki kemampuan menyerap emisi gas rumah kaca 5 kali lebih baik dari tanaman hutan lainnya.

Tidak hanya menanam mangrove, pada acara ini Iriana juga membagikan bantuan bibit buah-buahan untuk masyarakat sekitar.

Selain itu, ada juga pertunjukan kolaborasi Akar Bhumi Indonesia yang membawakan drama bertema lingkungan.

Di penghujung acara, Iriana dan Mufidah mendapatkan lukisan sketsa dari seorang pelukis.

Sebelum menanam mangrove, Iriana beserta rombongan terlebih dahulu mengunjungi TK Negeri Pembina 2, Kota Batam.

Saat tiba di TK sekitar pukul 09.19 WIB, Iriana disambut oleh para siswa dengan antusias. Perwakilan siswa TK kemudian menyerahkan bunga tangan kepada Iriana dan Mufidah.

Iriana beserta rombongan kemudian memberikan sosialisasi mengenai biopori. Ia memindahkan langsung tanaman dari pot menuju lubang biopori.

Tak hanya itu, Iriana kemudian memberikan sosialisasi mengenai pentingnya mencuci tangan bagi kesehatan. (*)  

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post