Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Hotel Pelangi, Hotel Tua di Malang yang Sudah Ada Sejak Tahun 1860

Foto: Pesona travel

Hotel dengan bangunan gaya kolonial ini dibangun pada pahun 1860 dan masih megah berdiri di jantung kota Malang. Kini hotel tersebut menjadi hotel favorit wisatawan asing.

JAKARTA – KABARE.ID: Kota Malang tidak hanya menyimpan bangunan sejarah seperti gereja, masjid atau rumah tua. Kota ini masih menyimpan hotel tua yang sudah berdiri sebelum perang kemerdekaan, namanya Hotel Pelangi.

Hotel dengan 75 kamar ini berada di Jalan Merdeka Selatan, tepatnya di depan alun-alun Kota Malang. Bentuk asli dari bangunan hotel masih dipertahankan, meskipun namanya telah berubah – ubah. Selain nilai sejarahnya, lokasi yang strategis dan mudah diakses dari seluruh penjuru kota membuat hotel ini selalu dikunjungi wisatawan, khususnya bule dari Belanda.

Hotel Pelangi dibangun pada tahun 1860 dengan gaya tradisional dan mirip pendopo. Nama awalnya adalah Lapidoth Hotel. Sepuluh tahun kemudian, hotel tersebut mengalami pergantian nama menjadi Hotel Malang. Sekitar tahun 1900-an nama hotel ini berubah lagi menjadi Jensen Hotel. Setelah pemiliknya meninggal, hotel ini kemudian dijual dan dihancurkan. Tahun 1916, pemerintah Belanda membangun hotel di tanah tersebut dengan nama Palace Hotel. Pada zaman pendudukan Jepang, tahun 1920, nama hotel itu berubah menjadi Asoma Hotel.

Setelah perang kemerdekaan, nama hotel itu kembali lagi menjadi Palace Hotel. Tepat tahun 1953, H. Sjachran Hoesin, seorang kontraktor asal Banjarmasin membeli hotel itu dan mengubah namanya menjadi Pelangi Hotel hingga sekarang. Sekarang, hotel klasik yang tetap menjaga nilai sejarah itu dikelola oleh generasi kedua H. Sjachran Hoesin.

Pemerintah Kota Malang, menjadikan hotel ini sebagai ikon kota, bersama dengan bangunan tua lain, seperti Museum Brawijaya, rumah-rumah kuno Jalan Ijen dan Gereja Katedral Jalan Ijen. Menikmati suasana keindahan bangunan Belanda, sudah terlihat ketika masuk ke areal halaman.

Semua bangunan masih utuh, termasuk lukisan yang menggambarkan Malang sebagai kota heritage, tertempel di setiap sudut deretan kamar di sebelah barat dan timur. Semuanya masih bergaya bangunan klasik. Masuk ke area lobby hotel, pengunjung disambut dengan tulisan sejarah Hotel Pelangi dalam pigura.

Tamu hotel yang ingin mengetahui sejarahnya pun akan ditemani guide khusus dari pengelola hotel. Mereka biasanya akan dibawa ke setiap ruang-ruang di dalamnya. Pengelolanya memperbolehkan tamu atau pengunjung yang datang untuk berswafoto ataupun sekadar mengabadikan bangunan tua sebagai objek foto.

Yang paling menarik, ketika pemandunya mengajak masuk di dalam area Lodji Coffee Shop. Sebagai hotel bintang dua, di pojok tengah bagian selatan coffee shop, terlihat balkon yang berdiri gagah. Sayangnya, hotel tersebut telah kehilangan dua menara bangunan yang sebelumnya merupakan ciri khas dari Hotel Palace, setelah terjadi aksi bumi hangus di Kota Malang tahun 1947. (*)

 

Sumber: Pesona.travel

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post