Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Hoax Berkembang dari Asal Sebar Berita

Presidium Mafindo, Anita Wahid dalam acara peluncuran kanal “BaBe Ungkap Fakta” di Jakarta, Kamis (28/2/2019). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Saking masifnya peredaran hoax, Kominfo bahkan mencatat ada sekitar 800 ribu website penyebar hoax di Indonesia pada 2017.

JAKARTA-KABARE.ID: Kita pasti pernah mendapatkan broadcast message yang berisi pesan mengenai kesehatan seperti menyelamatkan orang dari serangan stroke, atau larangan makan mie instan bersamaan dengan makan cokelat.

Sumbernya mungkin terlihat kredibel dan membuat kita tanpa berfikir panjang, langsung ingin meneruskan pesan tersebut. Padahal, berita yang kita terima bisa jadi adalah berita palsu atau hoax.

Hal tersebut sering kita jumpai di media sosial, mulai dari berita ringan sampai berita politik yang mengandung ujaran kebencian. Selain menyesatkan dan berbahaya, hoax bisa menimbulkan perpecahan dalam hubungan bermasyarakat.

Sejumlah komunitas pun bergerak untuk memerangi hoax. Salah satunya adalah Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) yang serius memerangi hoax sejak 2016. Selain komunitas, ada juga agregator berita BaBe yang berkomitmen untuk memberantas hoax. Terbaru, BaBe meluncurkan kanal "BaBe Ungkap Fakta" pada akhir Februari 2019.

"Babe Ungkap Fakta merupakan komitmen jangka panjang BaBe yang berfungsi sebagai sumber berita tepercaya dan aktual bagi pembaca Indonesia khususnya untuk pembaca BaBe," ungkap Shelly Tantri S, Head of Business Development, BaBe dalam keterangan resminya, Senin (25/3).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Babe Ungkap Fakta bertujuan untuk menyampaikan berita dan artikel terkini dan terverifikasi. "Kanal ini juga merupakan bentuk kolaborasi antara BaBe dengan berbagai media terkemuka di Indonesia seperti Tempo, Viva, Suara, Jawa Pos, Okezone, Liputan6.com, dan Merdeka.com,” ujarnya.

“Kerjasama ini kedepannya tentu akan terus berjalan dan terbuka bagi mitra media lainnya yang memiliki komitmen yang sama dalam memerangi berita bohong,” tambah Shelly.

Baca juga: BaBe Meluncurkan Aliansi Pengecekan Fakta untuk Melawan Hoax

Menjelang peluncuran BaBe Ungkap Fakta, BaBe juga bekerjasama dengan komunitas Mafindo dengan melakukan sesi pelatihan bagi tim moderasi konten BaBe dalam memerangi hoax.

Pelatihan ini diadakan pada tanggal 21 Februari 2019 yang lalu, dengan tujuan utama agar dapat melengkapi kemampuan tim moderasi konten BaBe dengan teknologi dan metodologi terkini dalam mempertahankan standar tinggi ketika harus memverifikasi konten pada platform BaBe.

Ada tiga hal yang harus kita lakukan ketika membaca berita dan ingin menyebarkannya. Pertama: pastikan judulnya tidak sensasional. Kedua: pastikan sumber artikel yang kita baca berasal dari sumber tepercaya. Ketiga: Baca keseluruhan isi berita tersebut dan jika ingin menyebarkannya, pastikan bahwa berita tersebut bukanlah hoax, kata Shelly.

Lebih lanjut, Shelly menjelaskan bahwa saat ini, BaBe telah bekerjasama dengan lebih dari 1.500 pembuat berita di Indonesia, dan akan terus berkolaborasi dengan lebih banyak lagi media terkemuka lainnya agar terus menghasilkan konten yang positif dan berasal dari sumber tepercaya.

“Babe Ungkap Fakta, akan membantu pengguna BaBe memastikan berita yang dibaca sudah terverifikasi. Dengan adanya dukungan teknologi dan partner kami yaitu media-media nasional terkemuka, semua berita yang sudah masuk ke kanal Babe Ungkap Fakta dipastikan kebenarannya,” tutup Shelly. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post