Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Hingga Agustus 2017, Kunjungan Wisman Tembus 9 Juta

Wisatawan asing menggunakan pakaian adat Aceh. (Instagram/ umar_fg)

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata menggelar diskusi dengan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata untuk menjelaskan capaian kunjungan wisatawan manengara pada Januari hingga Agustus 2017.

JAKARTA-KABARE.ID: Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana menyampaikan poin-poin penting seputar aktivitas marketing dan optimisme melalui serentetan program yang telah, sedang dan akan dilakukan selama 2017 dalam diskusi dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Senin (16/10).

“Sampai periode Agustus 2017 data yang kami peroleh dari BPS adalah sebesar 9.245.589, jumlah ini naik secara signifikan sebesar 25,68% dibandingkan dengan capaian tahun 2016. Sedangkan untuk periode Agustus naik 36,11% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu” kata I Gde Pitana. 

Pitana menjelaskan Top 5 capaian kunjungan wisman per pasar berbasis data yang diperoleh sampai Agustus 2017. “Tiongkok masih mendominasi kunjungan wisman sebesar 1.428.909 (naik 47.83%), diikuti Jepang sebesar 360.056 (naik 5.59%), Australia sebesar 804.912 (naik 1.73%), Malaysia sebesar 786.861 (naik 1.15%), dan Singapura sebesar 945.008 (naik 0.62%).

“Untuk pertumbuhan kedatangan wisman berdasarkan pintu masuk, Bandara Juanda naik paling signifikan sebesar 37,52% dibandingkan dengan tahun 2016, diikuti Bandara Ngurah Rai sebesar 36,80%, Batam-Kepri sebesar 17,51%, dan Bandara Soekarno-Hatta sebesar 4,20%”, terang Pitana.

 

Target 20 juta pada 2019

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menetapkan target pariwisata kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya sebanyak 20 juta wisman dengan perolehan devisa sebesar Rp 280 triliun pada 2019 mendatang.

“Untuk mencapai target tersebut stategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan, marketing strategy menggunakan pendekatan DOT (Destination, Original, dan Time), promotion strategy dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), media strategy dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama di antaranya dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk mempromosikan Wonderful Indonesia,” kata Pitana.

Dia menjelaskan, strategi pemasaran dengan pendekatan DOT itu akan difokuskan pada 10 Bali Baru yang 3A-nya sudah siap, Akses, Amenitas, Akses. Diantaranya adalah Great Jakarta; Great Bali; Great Kepri; Joglosemar  (Yogyakarta, Solo, dan Semarang);  Bunaken–Wakatobi RajaAmpat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.

 

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post