Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Hati-Hati, Mulut dan Gigi Kotor Bisa Bikin Penyakit Jantung

Ilustrasi: Istimewa

Dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut agar tetap bersih dan sehat, dapat mengoptimalkan sistem imunitas tubuh untuk melawan berbagai macam pengganggu seperti infeksi yang disebabkan oleh bakteri, kuman serta virus.

JAKARTA – KABARE.ID: PT Johnson & Johnson Indonesia bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) mengedukasi masyarakat mengenai ‘Adaptasi Kebiasaan Baru’ dengan menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian serta mengajak masyarakat untuk menerapkan ‘Adaptasi Kebiasaan Baru’ ke dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah rutinitas perawatan gigi dan mulut dengan menambahkan tahapan penggunaan obat kumur (mouthwash) antiseptik 2x sehari setelah menyikat gigi. 

Berdasarkan Riskesdas 2018, kesehatan gigi dan mulut masih menjadi masalah utama yang terjadi pada 57,6% penduduk Indonesia. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut. Bahkan, hanya 2.8% penduduk Indonesia yang sudah menyikat gigi dengan rutin dan benar, yaitu pagi dan malam. 

Sawan Malik, Presiden Direktur PT Johnson & Johnson Indonesia mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk mendukung berbagai upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam kebijakan adaptasi kebiasaan baru, dengan memberikan edukasi tentang rutinitas kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari rangkaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Inisiatif kali ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah, Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) dimana kami bekerja sama dengan PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya berkumur menggunakan mouthwash antiseptik 2 kali sehari setelah menyikat gigi sebagai salah satu protokol kesehatan dari adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi, sehingga sistem imunitas atau kekebalan tubuh dapat lebih meningkat,” ujarnya dalam edukasi media virtual pada Kamis (19/11/2020).  

PB PDGI mencatat, proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak/berlubang/sakit dengan persentase hingga 45,3%. Sedangkan masalah kesehatan mulut yang mayoritas dialami penduduk Indonesia adalah gusi bengkak dan/atau keluar bisul (abses) sebesar 14%. Pada kenyataannya, sikat gigi saja tidak dapat menjangkau seluruh bagian rongga mulut, dan hanya mampu membersihkan sekitar 25% area rongga mulut dan 30-53% plak pada gigi sehingga kuman yang ada di dalam mulut tetap tidak tersentuh semuanya.  

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp. BM (K)., MM mengatakan bahwa endapan makan yang tertinggal menempel pada gigi dan sebagian permukaan gusi membentuk filamen. Dimana filamen ini merupakan media tempat berkembang biaknya kuman kemudian menjadi plak.

“Kuman di dalam plak berkembang menjadi banyak yang bisa mengakibatkan peradangan pada gusi (gingivitis) dan/atau gigi berlubang (karies). Peradangan gusi dan karies ini, dapat menyebabkan kuman dapat masuk ke dalam sistem pembuluh darah secara sistemik. Ini yang sering disebut sebagai infeksi fokal, suatu peradangan yang terjadi pada organ penting tubuh yang disebabkan karena kuman-kuman patogen dari rongga mulut,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa kuman yang sudah masuk secara sistemik ini akan sampai pada organ penting, dimana kuman itu akan berkembang biak dan menyebabkan peradangan pada organ tersebut, misalnya pada paru-paru disebut pneumonia, pada sendi disebut artitis, dan pada jantung disebut carditis bahkan bisa menyebabkan meningitis bila terjadi pada selaput otak. 

“Apabila terjadi pada ibu hamil, dapat saja menyebabkan kelahiran premature atau bahkan keguguran. Untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan di atas, kesehatan gigi dan mulut harus tetap terjaga dari berkembang biaknya kuman patogen, salah satunya dengan cara berkumur menggunakan antiseptic mouthwash setelah sikat gigi yang dapat membantu menghilangkan kuman yang berkembang biak dalam plak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia, mengatakan, untuk menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia diperlukan rangkaian kegiatan edukasi publik yang berkelanjutan. Untuk mendukung para tenaga medis, PT Johnson & Johnson Indonesia juga akan melakukan edukasi penggunaan obat kumur antiseptik (mouthwash) sebagai proteksi tambahan melalui brosur/poster serta diikuti dengan aktivitas PVR (Prevention Via Rinsing) dengan memasang dispenser mouthwash antiseptik di lebih dari 100 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia yang direkomendasikan oleh PB PDGI.

“Untuk meningkatkan partisipasi publik dalam kegiatan edukasi, kami juga akan menyelenggarakan kompetisi di media sosial yang ditujukan bagi mahasiswa kedokteran terkait pembuatan materi edukasi tentang pentingnya penggunaan mouthwash antiseptik. Dengan dimulainya kampanye ini, kami berharap dapat membantu upaya pemerintah untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai adaptasi kebiasaan baru dengan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia” tutup Devy. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post