Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Hari Raya Nyepi di Bali Tahun Ini Tanpa Pawai Ogoh-Ogoh

Foto: Istimewa

Pawai ogoh-ogoh yang menjadi tradisi perayaan Hari Raya Nyepi di Bali tahun ini ditiadakan.

DENPASAR - KABARE.ID: Pawai ogoh-ogoh yang menjadi tradisi perayaan Hari Raya Nyepi di Bali tahun ini ditiadakan. Keputusan itu didasari kasus Covid-19 di Bali yang masih tinggi dan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) 

Dikutip dari Inews.id, pelarangan pawai ogoh-ogoh itu diputuskan bersama oleh Parisada Hindu Dharma Indoneia (PHDI) Bali dengan Majelis Desa Adat Bali melalui Surat Edaran (SE) tertanggal 19 Januari 2021.

"Pengarakan ogoh-ogoh bukan merupakan rangkaian wajib Hari Suci Nyepi, karena itu pengarakan ogoh-ogoh pada Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 ditiadakan," kata ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana dalam keterangan tertulis, Rabu (20/1/2021).

Dia menjelaskan, kebijakan pelarangan pawai ogoh-ogoh oleh masyarakat juga berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 46 tahun 2020, dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2921 tentang PPKM.

Hari Raya Nyepi jatuh pada tanggal 14 Maret mendatang. Dia mengatakan adanya pelarangan pawai ogoh-ogoh itu tak terlepas dengan pertimbangan beberapa peraturan yang sudah ada.

Tak cuma pawai ogoh-ogoh, upacara Melasti, Tawur, dan Pangrupukan yang juga rangkaian Hari Raya Suci Nyepi diminta untuk mengikuti protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

Pertama, kata dia, yakni pembatasan jumlah peserta. Paling banyak 50 orang. Kedua, pemuka agama menggunakan 'paniratan' yang bersih untuk memercikkan tirta kepada umat dan memberikan bija dengan peralatan yang bersih.

Ketiga dilarang membunyikan petasan atau mercon dan sejenisnya. Keempat, bagi yang sedang sakit atau kurang sehat tidak diperbolehkan mengikuti upacara. Kelima, mematuhi seluruh protokol kesehatan.

"Bagi umat lain di Bali agar bersama-sama mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Nyepi, tuturnya. (*)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post