Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Guru di Wondama Minta Pemkab Sediakan Anggaran untuk Program Belajar Dari Rumah

Ilustrasi: Siswa belajar dari rumah selama pandemi virus corona. (Istimewa)

Metode pembelajaran secara daring dan luring dirasakan cukup memberatkan bagi sekolah maupun para siswa. Sebab banyak siswa di Wondama belum memiliki ponsel android. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk pengisian kuota.

WONDAMA – KABARE.ID: Para kepala sekolah dan pelaku pendidikan di Kabupaten Teluk Wondama meminta Pemkab mengalokasikan anggaran untuk mendukung pembelajaran daring dan luring dalam masa pandemi Virus Corona (Covid-19).

Pasalnya metode pembelajaran secara daring dan luring dirasakan cukup memberatkan bagi sekolah maupun para siswa. Sebab banyak siswa di Wondama belum memiliki ponsel android. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk pengisian kuota.

 Hal itu disampaikan para kepala sekolah pada saat rapat dengan Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Teluk Wondama di Gedung Sasana Karya di Isei, belum lama ini. Ikut hadir dalam rapat tersebut Kapala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Teluk Wondama, Hanok Mariai.

“Untuk belajar secara daring, sekolah kesulitan anggaran karena tidak bisa pakai dana BOS, karena dana BOS itu sesuai ketentuan untuk membiayai 8 kegiatan prioritas. Jadi kami sudah usulkan untuk bantuan (dari Pemda) untuk mendukung pembelajaran daring dan luring,” kata Hanok, sebagaimana diberitakan Kabartimur.com, Senin (27/7/2020).

Koordinator Pengawas Sekolah Kabupaten Teluk Wondama, Steven M. menambahkan bahwa metode pembelajaran luring dengan system modul juga membutihkan biaya yang cukup besar.

Selain biaya pengadaan modul, sekolah juga harus menyediakan anggaran ekstra untuk biaya transportasi para guru untuk mendatangi siswa dari rumah ke rumah.

“Kalau belajar dari rumah khususnya untuk SD cukup sulit. Guru kesulitan mengajar terutama bagi siswa kelas 1. Jadi kami butuh biaya untuk bisa melakukan belajar dari rumah. Kami mohon ada kebijakan dari Pemda,” ujar Ketua PGRI Teluk Wondama itu.

Sementara itu Sekretaris Daerah Teluk Wondama, Denny Simbar mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji usulan dari para kepala sekolah.

Namun demikian ia berharap pihak sekolah tetap mengupayakan agar proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun tidak dalam bentuk tatap muka di kelas.   

“Proses belajar mengajar harus tetap berjalan, silahkan cari metode yang dianggap paling cocok tanpa belajar tatap muka. Soal dukungan anggaran nanti kita akan bicarakan dahulu,” ujar Simbar. (*)

 

Sumber: Kabartimur.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post