Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Gunung Prau, Primadona Foto Landscape dan Pemburu Sunrise di Jawa Tengah

Foto: tripzilla.id

Gunung Prau adalah tempat terindah untuk menikmati kopi pagi dan sarapan paling sedap di Jawa Tengah. Ditemani kilau keemasan sunrise, dikelilingi 5 puncak gunung.

JAKARTA – KABARE.ID: Gunung Prau dikenal luas oleh para pendaki gunung sebagai primadona foto landscape dan pemburu sunrise. Di musim liburan, gunung yang dijuluki ‘Gunung Seribu Bukit’ ini bisa dijejali sampai ratusan pendaki. Biasanya para pendaki berangkat malam hari, menghabiskan malam di camping ground, untuk menikmati sunrise dan turun kembali.

Sebagian besar pendaki Gunung Prau hanya sampai di kawasan camping ground, di ketinggian 2.565 meter. Sementara puncak tertingginya berada di 2.590 meter di atas permukaan laut.

Baik dari camping ground atau puncaknya, pemburu sunrise bisa menikmati matahari perlahan menyembul dari balik gunung Merapi dan Merbabu. Sementara di sebelah selatan, ada pemandangan gunung Sumbing dan Sindoro, serta gunung Slamet di sebelah Barat.

Gunung Prau menjadi salah satu gunung favorit pendaki dan pelancong karena kemudahan dan pemandangan indahnya. Tak hanya sunrise dan sunset, Telaga Warna dan bukit-bukit di sekelilingnya di Dataran Tinggi Dieng juga terlihat dari gunung Prau saat hari cerah. Namun saat cuaca berkabut pun, perbukitan di sekeliling gunung ini pun menyajikan pemandangan yang tak kalah cantik.

Baca juga: Menikmati Keindahan Danau dan Gunung di Plawangan Senaru

Agak sulit menyebut lokasi persis gunung Prau, karena masyarakat biasa menyebutnya berada di wilayah Dieng. Namun secara administratif gunung Prau berada di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Kendal, Banjarnegara, Wonosobo, Batang, dan Temanggung. Di puncak gunung Prau terdapat sebuah menara, dan jika Anda mengelilingi menara itu, Anda sudah menginjakkan kaki di lima kabupaten, seru kan.

Tidak sulit untuk mencapai salah satu puncak gunung tercantik di Jawa ini. Gunung Prau memiliki 8 jalur pendakian. Enam jalur dibuka untuk pendakian umum, yakni Patak Banteng, Kali Lembu, Dieng Wetan, Dieng Kulon, Campurejo, dan Wates. Sementara dua jalur lainnya, Igirmranak dan Kenjuran diperuntukkan sebagai route konservasi. Hanya pendaki Perhutani dan Ranger yang diijinkan melewatinya.

Karena tidak terlalu tinggi, gunung Prau tidak memiliki padang bunga edelweis. Tapi bukit-bukit ilalang dan padang bunga daisy di jalur pendakiannya, tak kalah memikat pemburu foto-foto landscape.

Tengah tahun merupakan saat terbaik untuk mengunjungi gunung Prau. Cuaca cerah, tapi juga bulan paling dingin. Pada masa yang biasa disebut ‘Bediding’ ini, karena dinginnya, bunga es bisa ditemukan menyelimuti rumput dan ilalang di lereng-lereng gunung Prau. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post