Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Gunung Kidul 'Berani' Jual Wisata Pantai yang Mahal

Pandangan pulau Timang di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Turis harus memberanikan diri untuk menyeberang. (Shutterstock / File)

Dua tujuan pantai di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, memiliki tempat-tempat unik untuk menikmati pemandangan pantai yang berbeda. Namun untuk menikmati wisata ini pengunjung harus merogoh kocek lebih dalam.

YOGYAKARTA-KABARE.ID: Pantai Timang dan Nguluran adalah dua lokasi yang membanggakan dua tempat wisata buatan manusia bagi pengunjung untuk mengambil panorama tebing berbatu dan ombak yang menerjang, sebagaimana dikompilasi oleh kompas.com.

Pantai Timang terletak di Jalur Lintas Selatan (JLS) di Jawa, lebih tepatnya di desa Purwodadi, kabupaten Tepus, Gunung Kidul. Destinasi wisata ini memiliki dua tempat andalan, gondola dan jembatan laut. Kedua wahana itu menghubungkan tebing tinggi ke pantai karang besar yang disebut Watu Panjang, yang terletak di tengah lautan.

Gondola, yang awalnya digunakan oleh nelayan tradisional mencari udang lobster, sekarang menjadi kendaraan untuk pariwisata ‘adrenalin’ yang tarifnya cukup tinggi. Untuk satu persimpangan, pengunjung dikenakan biaya Rp150 ribu selain biaya masuk ke tujuan, yaitu Rp5 ribu.

Ada juga jembatan tali yang terletak di sebelah timur garis gondola dengan biaya Rp100 ribu per orang untuk menyeberang. Kedua wahana tersebut menjangkau 300 meter, melintasi area besar tebing berbatu dan laut berombak.

Meskipun menjual wisata dengan harga yang mahal, pengunjung tidak diberikan peralatan keamanan apa pun, seperti jaket pelampung, kabel pengaman, atau helm. Walau keduanya dianggap aman, risiko kecelakaan akan selalu ada di sana, terutama dengan ketidakpastian alam.

Selain dua tempat wisata utama, Pantai Timang juga memiliki sejumlah spot foto dengan berbagai tarif, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp30 ribu.

Pantai Nguluran terletak di sebelah barat Pantai Timang, dan terletak di desa Girikarto, kabupaten Panggang. Salah satu tempat paling populer adalah Glass Terrace, yang merupakan lapisan kaca transparan setebal 13 milimeter yang dibangun di tepi tebing.

Pengunjung diharuskan membayar Rp20 ribu hanya untuk dua menit pengambilan gambar. Ada juga Becak Terbang yang menggunakan teknologi hidrolik dan Giant Chair, yang dibangun di atas tebing, tidak jauh dari area Glass Terrace. Masing-masing wahan ini dihargai Rp10 ribu untuk durasi tiga menit. (bas)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post