Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Gubernur Sumut Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan sejumlah tamu yang hadir menortor bersama menyambut kedatangan parade kain ulos, Kamis (17/10/2019). (Foto: Kemendagri RI)

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan dan membesarkan ulos, sebagai salah satu budaya lokal dari masyarakat Batak.

MEDAN – KABARE.ID: Peringatan Hari Ulos Nasional 2019 yang digelar di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (17/10) berlangsung meriah.

Karnaval kain ulos sepanjang 500 meter, mulai dari Wisma Benteng, Jalan Kapten Maulana Lubis dan berakhir di Lapangan Merdeka Medan, Jalan Balai Kota/Jalan Pulau Pinang Medan, turut memeriahkan acara bertajuk “Batak Nampunasa Ulos” tersebut.

Ratusan pelajar yang berseragam motif ulos dari SMA HKBP Sidorame, Medan Perjuangan, Kota Medan, tampak antusias membentangkan dan membawa kain ulos sepanjang 500 meter tersebut hingga ke Lapangan Merdeka, meski diguyur hujan gerimis.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan sejumlah tamu yang hadir menortor bersama menyambut kedatangan parade kain ulos. Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak masyarakat dan semua pihak yang terkait untuk bersama-sama melestarikan dan membesarkan ulos, sebagai salah satu budaya lokal dari masyarakat Batak.

“Ulos yang telah ada sejak 4.000 tahun lalu ini harus menjadi kebanggaan masyarakat Sumut. Ini harus kita besarkan, kalau bukan kita  siapa lagi?” kata Gubernur Edy sebagaimana dikutip Kabare dari keterangan resmi Kemendagrai, Jumat (18/10).

Edy menambahkan bahwa seseorang yang membesarkan nama ulos, berarti juga sedang ikut membesarkan Sumut. Sehingga generasi ke depan masih dapat melanjutkan dan melakukan budaya tenun ulos.

Menurutnya, ulos merupakan simbol perekat Sumut. Jika tidak bersatu, tidak akan pernah nama ulos menjadi besar. “Mari jaga persatuan, kita bangun Sumut ini, mari kita ikat dengan ulos,” pesan Edy.

Ratusan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya tampak antusias mengikuti acara yang digelar Yayasan Pusuk Buhit tersebut. Kebanyakan dari mereka mengenakan ulos dan ikat kepala yang merupakan ciri khas sukut Batak. Sejumlah stand makanan dan pameran ulos juga turut memeriahkan acara. (*/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post