Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Gubernur Bengkulu Sukses Bawa Kopi Bencoolen ke Pasar Internasional

Gubernur Rohidin Mersyah. (IST)

Di bawah kepemimpinan Gubernur Rohidin Mersyah, kopi Bengkulu dengan branding Bencoolen Coffee, terbukti makin bersaing di pasar nasional maupun internasional.

BENGKULU – KABARE.ID: Branding kopi Bengkulu itu berhasil menang di tiga kategori pada Kejuaraan Kopi Internasional AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural Products) di Prancis.

Presiden AVPA, Philippe Juglar mengatakan, dengan kekhasan aroma dan citarasa kopi Bengkulu ini, jelas memberikan peluang besar bagi kebangkitan ekonomi masyarakat melalui kopi.

“Kita ucapkan selamat kepada masyarakat terutama kepada Gubernur Bengkulu telah mendedikasikan semua usaha dan waktunya untuk mengembangkan Kopi Bengkulu,” jelas Juglar dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Senin (21/10/2019).

Juglar menambahkan, penghargaan kepada Gubernur Rohidin sangat layak diberikan, pasalnya pendampingan dari pemerintah daerah mulai dulu ke hilir sangat masif.

Diketahui saat ini, di Bengkulu sudah tumbuh dan kembang pelaku kopi hilir sepanjang 3 tahun terakhir, dan mencapai kurang lebih 135 brand kopi premium Bengkulu muncul ke permukaan. 

“Karena hal tersebut sangat penting untuk konsumsi nasional dan kalau kita mau bersaing maka kita harus mengenal lebih baik kualitas dan meningkatkan kuantitas kopi kita sendiri, menaikkan konsumsi nasional sendiri kemudian mempromosikannya ke luar negeri,” kata Juglar.

Gubernur Rohidin Mersyah saat menerima penghargaan dari Agency for the Valorization of the Agricultural Products. (Foto: Kemendagri)


Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyatakan keberhasilan ini, jelas berkat perjuangan dan komitmen masyarakat Bengkulu dan para pelaku kopi Bengkulu yang hingga saat ini terus bersinergi dengan Pemda Provinsi Bengkulu.

“Berkat penghargaan ini permintaan pasar nertworking Indonesia terhadap kopi Bengkulu tinggi sekali. Jadi mereka minta dari UKM untuk menyiapkan 40 sampai 50 ton dalam bentuk bubuk kopinya,” ungkap Gubernur Rohidin.

Setelah ini, lanjut Gubernur Rohidin, tugas selanjutnya memastikan pengelolaan kopi itu sesuai dengan standar yang dibutuhkan pasar nasional dan internasional.

“Yang tidak kalah pentingnya menjaga kontinuitas. Maka kita harus secara bersama-sama bagaimana memperbaiki budidaya, pengolaan pasca panen dan tentu harusnya branding ini harus kita jaga terus,” katanya. (*/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post