Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Selasa (31/3), 1.528 orang di Indonesia Positif Covid-19, 81 orang sembuh, dan 138 meninggal.
Komunitas

Grand Final BNI Indonesia Golf Tour 2016

Penampilan Dicky Prionggo di Indonesia Golf Tour 2016 di Royale Jakarta Golf Club, Rabu (14/12) - Foto.dok

Indonesia Golf Tour (IGT) mempunyai tujuan menciptakan jalur karir bagi pemain golf profesional dan amatir di Indonesia. Para pemain golf berkesempatan mengasah permainan mereka di sirkuit golf profesional di Indonesia.

Jakarta - Dicky Prionggo tampil solid dan berhasil memegang kendali pada putaran awal Grand Final dari BNI Indonesian Golf Tour presented by OB Golf & Ancora Sports (IGT) di Royale Jakarta Golf Club, Jakarta, Rabu (14/12). Bersaing dengan 29 pegolf terbaik dari musim 2016. Dicky yang baru menjalani tahun pertamanya sebagai pegolf profesional tampil meyakinkan dalam seri pamungkas satu-satunya sirkuit golf profesional di Indonesia dengan mencatatkan 2-under 70. Dibantu sang kakak Cahyo “Bobby” Adhitomo sebagai kedi, Dicky berhasil menutup sembilan hole kedua dengan 3 birdie melawan 1 bogey.

“Permainan saya hari ini cukup baik. Cahyo “Bobby” Adhitomo yang menjadi kedi saya sangat membantu saya. Saya banyak terbantu karena course management dia lebih baik,” jelas Dicky.

Dicky memaparkan, dirinya cukup terbantu dengan kondisi lapangan yang sangat baik. "Saya sempat kesulitan untuk menyerang green. Saya terbiasa menghadapi kondisi green yang empuk, sehingga setiap saya serang pin bola akan mundur. Namun, karena green di sini keras saya sempat ragu untuk menyerang,” tambahnya.

Keberhasilan Dicky memuncaki klasemen di hari pertama putaran final BNI IGT memang diluar dugaan. Dicky lolos ke putaran final setelah menduduki posisi ke-27 dalam Order of Merit (perolehan total hadiah uang) IGT. Posisi tersebut diraih Dicky setelah berhasil menempati peringkat ke-5 di Seri VII BNI IGT akhir Oktober lalu.

Dicky dibuntuti Asep Saefulloh, George Gandranata, dan Rory Hie di T2. Ketiganya sama-sama membukukan skor 71 (satu-di bawah par). Sedangkan Kurnia Herisiandy dan Jordan S. Irawan tertinggal dua pukulan dari Dicky setelah sama-sama membuat skor 70 (even par).

Ada sebuah kejutan terjadi di hari pertama putaran final BNI IGT saat satu eagle yang dibukukan Jordan pada hole 18 berhasil menebus skornya dua-di atas par menjadi even par. Skor eagle ini menjadi pusat perhatian karena pegolf profesional sekelas Asian Tour pun jarang yang mampu melakukan hal serupa.

Putaran final BNI IGT akan berlangsung hingga 16 Desember mendatang. Sebanyak 30 pegolf profesional tersebut akan bertanding untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp300 juta.

Dhodi Syailendra

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post