Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Garut Disiapkan Jadi Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

Candi yang bisa ditemukan di Kabupaten Garut. (Foto: Kemenpar RI)

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, Kabupaten Garut memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan yaitu Situ Bagendit, Dayeuh Manggung, serta Candi dan Situ Cangkuang.

GARUT – KABARE.ID: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan Garut memiliki potensi menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Hal itu dikatakan Menpar Arief Yahya saat membuka Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang di objek wisata Situ Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin siang (2/9/2019).

“Dari tiga destinasi unggulan yang dipunyai Garut yakni Situ Bagendit, Dayeuh Manggung, serta Candi dan Situ Cangkuang. Situ Bagendit akan direvitalisasi dan ditata kembali untuk dijadikan sebagai destinasi kelas dunia,” katanya.

Dukungan pemerintah untuk menjadikan Garut sebagai destinasi pariwisata kelas dunia tidak man-main. Anggaran Rp100 miliar dari Kementerian PUPR dan Rp30 miliar dari Pemerintah daerah Jawa Barat dialokasikan untuk Situ Bagendit. Sementara itu, Situ Cangkuang akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp7 milyar. “Kita harapkan tahun 2024 sudah terealisasikan,” kata Menpar Arief Yahya.

Ia menambahkan, Garut mempunyai potensi pariwisata yang besar meliputi atraksi alam, budaya, dan buatan. “Untuk atraksi Garut mempunyai 123 event, namun baru satu yang masuk dalam 100 Wonder Events. Kita harapkan kedepan kaum milenial gencar mempromosikan event pariwisata agar event yang masuk dalam kalender nasional bertambah dan dikenal di seluruh tanah air dan mancanegara,” ujar Menpar Arief Yahya.

Senja di Kabupaten Garut. (Foto: Kemenpar RI)


Menpar menyebut pariwisata Garut didukung oleh unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai. Untuk atraksi alam, Garut sejak lama dikenal sebagai Swiss van Java dengan pemandangan Gunung Papandayan. 

Garut juga memiliki Pantai Santolo, Pemandian Air Panas Cipanas, Puncak Darajat Pass, Kampung Sampireun, Kawah Talaga Bodas, Kawah Kamojang, Curug Sang Hyang Taraje, serta Pantai Rancabuaya. Garut juga terkenal dengan seni budaya antara lain kesenian adu domba, dodombaan, badeng, surak ibra, raja dogar, serta peninggalan sejarah Candi Cangkuang.

Untuk memperkuat aksesibilitas PT Kereta Api Indonesia pada Januari 2019 lalu telah mengaktifkan kereta api Pangandaran jalur Gambir-Banjar melewati stasiun Nagreg dan Cibatu Garut. Selain itu aksesibilitas melalui jalan darat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Garut sekitar 2 jam, sedangkan dari Bandara Wiriadinata Tasikmalaya ke Garut hanya 1 jam.

Untuk fasilitas amenitas Garut memiliki tujuh tempat penginapan instagramable yang menggabungkan floating cottage dengan suasana pegunungan dan pemandangan alam. Antara lain Kampung Sumber Alam, Cipanas, Kampung Sampireun Resort & Spa, Kamojang Green Hotel & Resort, Sabda Alam Hotel & Resort, Danau Dariza Hotel & Resort, Bukit Alamanda Resort & Resto, dan Tirtagangga Hotel.

Menpar Arief Yahya saat meninjau pasar digital di Kabupaten Garut. (Foto: Kemenpar Ri)


Acara peluncuran Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang dimeriahkan dengan berbagai atraksi menarik antara lain helaran seni rudat, prosesi adat Kampung Pulo, rampak kohkol, rampak kendang, arumba, serta lawak dan pertunjukkan musik milenial.

Selain itu disajikan bermacam kuliner khas Garut antara lain nasi liwet domba Garut, baroyot dan gayodot, serta sajian kopi Garut yang memiliki rasa khas dan disukai kaum milenial. Sajian kuliner tersebut disajikan oleh masyarakat sekitar destinasi Situ Cangkuang. (*/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post