Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Garuda Indonesia Fokus pada Penerbangan Kargo

Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Istimewa)

Maskapai Garuda Indonesia sedang berfokus pada penerbangan kargo. Sebab pergerakan penumpang pesawat masih sepi akibat pandemi virus corona.

JAKARTA - KABARE.ID: Maskapai Garuda Indonesia sedang berfokus pada penerbangan kargo, salah satunya mengirimkan produk hasil laut ke Guangzhou, China. Pasalnya, hingga saat ini pergerakan penumpang pesawat masih sepi akibat pandemi virus corona.

"Kami juga melakukan kerja sama di Indonesia Timur untuk mengirim hasil laut langsung ke China," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dikutip dari Antara, Jumat (24/7).

Dia mengatakan ada eksportir yang menyewa pesawat dari Ambon ke Guangzhou untuk mengirim ikan dan hasil laut lainnya. Kemudian dari Guangzhou ke Jakarta mengirim alat-alat elektronik dan dari Jakarta ke Ambon mengirim kargo umum seperti pakaian.

"Sebelum pandemi penerbangan ini ke Jakarta karena mengikuti penumpang, tapi sekarang bisa langsung dari Ambon ke Guangzhou," katanya.

Irfan menambahkan pihaknya juga sudah mendapatkan izin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk mengangkut barang di kabin penumpang dengan syarat beratnya tidak lebih dari 70 kilogram agar tidak merusak kursi.

Ia mengaku bahwa penerbangan kargo atau logistik semakin membaik dibandingkan sebelum pandemi dan saat ini perusahaan semakin memfokuskan untuk ekspansi di penerbangan tersebut.

"Kalau kami lihat pesawat itu ya penumpang, kita sibuk di atas bukan di bawah, padahal penerbangan kargo ini menyenangkan, enggak perlu rapid test dan kalau di pesawat jarang-jarang komplain," ujarnya.

Saat ini, kata dia, terdapat 10 pesawat per hari yang khusus mengirimkan kargo atau logistik, di mana sebelumnya tidak pernah ada penerbangan tersebut. Irfan menambahkan pihaknya juga akan mendatangkan dua pesawat khusus kargo (freighter) tahun ini, tetapi mengalami penundaan karena pandemi.

"Tahun ini kedatangan dua freighter pesawat khusus kargo, karena kondisi finansial kami, kami lakukan penundaan," katanya.

Bahkan, dia mengatakan akan menyeimbangkan kontribusi pendapatan kargo dengan penumpang yang selama ini didominasi penumpang.

"Selama ini kami ahli di penumpang. Kalau dilihat organisasi di Garuda, 95 persen orang Garuda itu mengurusi penumpang, cuma lima hingga 10 persen yang mengurusi kargo. Hari ini ketika ada kebutuhan kargo dari satu destinasi ke destinasi lain itu kami dahulukan sedemikian rupa sehingga pergerakan kargo ini bisa lebih lancar," pungkas Irfan. (Antara)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post