Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Galang Dana untuk Lombok, 4000 Pelajar Bekasi Menari Tari Dodogeran

Sejumlah warga dan pelajar mengikuti tarian massal Dodogeran saat Bekasi Menari 2018, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (3/9/2018). (Antara Foto/Risky Andrianto)

Sebanyak 4000 pelajar dan guru di Bekasi ikut memeriahkan acara menari bersama bertajuk “Bekasi Menari” di Lagoon Avenue Mall, Bekasi, Senin (3/9/2018). Mereka menarikan beberapa tari tradisional dengan Tari Dodogeran sebagai tarian pamungkas.

BEKASI-KABARE.ID: Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi mengatakan, Tari Dodogeran merupakan kesenian asli Bekasi. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Bekasi termasuk lingkungan sekolah agar memahami kebudayaan Bekasi.

“Seni dan budaya Bekasi harus dipahami terutama di lingkungan sekolah, dan masyarakat Bekasi secara umum,” katanya.

Tari Dodogeran biasanya dilakukan masyarakat Bekasi setelah memasuki masa panen sebagai rasa syukur sekaligus bahagia. “Dulu di kampung saya mereka menari dodogeran. Tarian ini melambangkan kebahagiaan,” katanya.

Baca juga: Lomba Meracik Jamu Hingga Karnaval Budaya di Festival Kali Besar 2018

Bekasi Menari juga digelar untuk menggalang dana bantuan bagi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Caranya, setiap peserta yang hendak berpartisipasi dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp25 ribu. Dana yang terkumpul nantinya akan diberikan untuk korban bencana di Lombok, NTB.

“Kegiatan ini dibuat agar anak-anak, khususnya pelajar Kota Bekasi terbentuk karakter sosial dan mau tergerak membantu saudara-saudara yang terpimpa bencana alam. Secara spontanitas kita sudah dapat mengumpulkan hampir kurang lebih Rp150 juta, dari anak-anak SD dan SMP,” kata Ali.

Selain diikuti ribuan pelajar, Bekasi Menari tapi diikuti masyarakat umum yang ingin ikut serta menari sekaligus menggalang dana untuk korban bencana gempa di Lombok, NTB. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post