Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Gaet Investor, Indonesia Manfaatkan China International Fair for Investment & Trade (CIFIT) 2018

Kepala BKPM Thomas Lembong (paling kanan depan), mengikuti upacara pembukaan CIFIT 2018, di Xiamen, China. (Foto: Dok RVM)

Dorong tingkatkan investasi, khususnya ke Wilayah Indonesia Bagian Timur (Papua dan Maluku).

XIAMEN-KABARE.ID : Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Kepala BKPM Thomas T. Lembong beserta pihak swasta memanfaatkan kegiatan CIFIT untuk meningkatkan investasi ke Indonesia melalui forum investasi internasional, pameran, dan pelaksanaan market sounding dan pertemuan kerjasama dengan pihak-pihak lainnya.

Kegiatan CIFIT 2018 diselenggarakan di Xiamen International Conference and Exhibition Center di Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok, 8-11 September 2018. Jika dibanding dengan CIFIT 2016 -- yang dihadiri oleh lebih dari 120 ribu pengunjung  dan dimanfaatkan oleh 5000 exhibitors dari berbagai dunia -- CIFIT 2018 dipastikan melampaui jumlah tersebut. Luas lahan yang dipakai untuk kegiatan tersebut mencapai 138 ribu meter per segi.

Kepala BKPM Thomas T. Lembong saat berbicara di CIFIT 2018 di Xiamen, China. (Foto: Dok. RVM)

 

Dalam pidato yang disampaikan di hadapan pemimpin negara, Kepala BKPM Thomas T. Lembong mengatakan bahwa  ancaman terbesar saat ini adalah ketergantungan yang berlebihan terhadap Dollar AS sehingga memberikan beban yang berat terhadap keuangan negara berkembang di saat negara berkembang justru menyumbangkan 60 persen pertumbuhan ekonomi dunia.  " Oleh karena itu, di tengah ketidakpastian dan tantangan yang semakin besar, merupakan hal yang mendesak bagi negara berkembang untuk secara proaktif mendiversifikasikan investasi, perdagangan dan pariwisata untuk menjauh dari Dollar AS dan beralih ke mata uang lain seperti Poundsterling, Euro, Yen, dan bahkan Renminbi," tandasnya.

Dubes RI untuk Beijing Djauhari Oratmangun bersama Ketua Komtap Kadin untuk Pengembangan Investasi Dalam Negeri, Reza V. Maspaitella, di arena CIFIT 2018. (Foto: Dok. RVM)

 

Untuk mengatasi hal ini juga diperlukan solusi yang visionaris dan berani. Indonesia sebagai negara ke-4 dengan populasi terbesar di dunia yaitu 260 juta jiwa dan 60 persen penduduknya berusia di bawah 30 tahun, ekonomi terbesar ke-16 dengan GDP di atas 1 Trilyun, serta pertumbuhan ekonomi di atas 5%, Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Tiongkok. Indonesia  juga siap mengembangkan kerjasama lebih jauh dengan Tiongkok dan berbagai negara di dunia untuk saling mendukung, mendukung kawasan dan dunia, serta mendukung sama lain. Hal ini mengingat Indonesia juga memiliki kesamaan prinsip yaitu mendukung multilateralisme dan sistem global yang berdasarkan pada peraturan yang ada.

Kerjasama KJRI Guangzhou - BKPM

Pertemuan untuk mendorong investasi ke wilayah Indonesia Timur. (Dari kanan) Reza V. Maspaitella, dan Dubes RI untuk Beijing Djauhari Oratmangun. (Foto: Dok. RVM)

 

Selain forum investasi internasional, dilaksanakan pula kegiatan Market Sounding atas kerjasama KJRI Guangzhou dan BKPM di sela-sela kegiatan CIFIT, yang dibuka oleh Konjen RI Guangzhou, Gustanto.

Pada kesempatan itu, Gustanto menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak upaya untuk memperbaiki iklim investasi yang diakui oleh badan-badan di dunia. Perekonomian Indonesia yang stabil dan pertumbuhan yang baik, serta adanya pembentukan Indonesia Infrastructure Guarantee Fund akan memberikan kepercayaan yang lebih baik kepada investor. Hal lainnya yang diinisiasi Pemerintah adalah pelaksanaan sistem Online Single Submission yang akan mempermudah investor dalam berinvestasi di Indonesia. Market sounding dihadiri sekitar 50 lebih pengusaha dari berbagai perusahaan Tiongkok yang mencari kesempatan berinvestasi di Indonesia dalam berbagai sektor.

Investasi Indonesia Bagian Timur

Kedubes RI untuk Beijing Djauhari Oratmangun (kelima dari kiri) dan duta dari Indonesia, foto bersama Hu Nan dari Xiamen Air (keempat dari kiri). (Foto: Dok. RVM)

 

Sementara di tempat lainnya di Xiamen, Duta Besar RI Beijing Djauhari Oratmangun bersama Ketua Komtap Kadin untuk Pengembangan  Investasi Dalam Negeri Reza Maspaitella, Hadi dari Glexindo, dan Pemda Papua juga hadir dalam CIFIT bertemu dengan pihak Xiamen Free Trade Zone. Pertemuan dengan Direktur Administrasi Xiamen Area of China (Fujian) Pilot Free Trade Zone (Economic Development Bureau) yang diinisiasi oleh Dr. Andrew Zheng, dari Shenzhen Fountain Group untuk mendorong kerjasama Shenzhen Fountain Group, Xiamen Free Trade Zone, dengan Wilayah Indonesia Bagian Timur khususnya Papua dan Maluku untuk meningkatkan investasi di daerah tersebut.

Bersama dengan itu, juga dibicarakan bersama Xiamen Air, pembukaan jalur penerbangan transportasi langsung dari China menuju Indonesia Bagian Timur (Maluku dan Papua). (rls/ysh)

Yusuf Susilo Hartono

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post