Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Forum Keraton, Mahfud MD Heran Dengan Kritik UUD

Pakar hukum tata negara Mahfud MD bersama para Raja, Sultan, dan Pemangku Adat yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara.

Sebagian kalangan menilai UUD Negara Republik Indonesia 1945 sebagai konstitusi yang tidak jelas dan banci karena tidak mengikuti sistem presidensial yang murni. Pakar hukum tata negara, Mahfud MD heran dengan kritik-kritik tersebut.

Bogor-Bagi Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut, tidak ada di dunia ini sistem pemerintahan yang murni dan harus dianggap benar. Semua negara membuat sistem pemerintahan dengan kebutuhannya sendiri-sendiri.

"Tidak ada satu negara pun yang sistem pemerintahannya sama persis dengan sistem yang berlaku di negara lain," kata Mahfud MD dalam diskusi bertema Sosialisasi Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara bagi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi.

Diskusi berlangsung dari tanggal 7-10 Mei 2017. Hadir para Raja dan Sultan dari berbagai daerah di Indonesia yang dipimpin Sultan Sepuh  PRA Arif Natadiningrat dari Kesultanan Cirebon.

Untuk itu Mahfud MD menegaskan tidak perlu ada klaim bahwa sistem presidensial Amerika Serikat yang benar dan negara lain salah. Soalnya Amerika Serikat pun seperti juga Republik Indonesia, membuat sistem yang sesuai kebutuhannya sendiri.

Jika ada yang menilai sistem Amerika adalah murni Trias Politika, justru pencetus ajaran ini, Montesquieu menganggap Trias Politika yang benar adalah sistem parlementer Kerajaan Inggris.

"Dalam kaitan ini , saya selalu mengatakan bahwa teori ketatanegaraan yang benar, tidak harus ikut teori atau praktik yang berlaku di negara lain.

"Konstitusi adalah kesempatan antar aktor-aktor pembentuknya berdasarkan situasi dan kondisi politik, ekonomi, sosial, dan budaya pada waktu dibuat," tutur Mahfud MD.

Lebih lanjut mantan Anggota DPR tersebut menandaskan jika sudah disetujui sesuai mekanisme, konstitusi harus ditaati dan ditegakkan otoritas negara. 

"Tentu telaah akademik ilmiah di kampus-kampus atau forum ilmiah tidak dilarang," jelas Mahfud MD.

Mada Mahfud

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post