Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

FIFest 2018 Menegaskan Indonesia Sebagai Negara Paling Dermawan Sedunia

Salah satu stand di pameran filantropis, FIFest 2018 di JCC, Kamis (15/11/2018). (Foto: Kabareid/ Baskoro Dien)

Festival kebajikan, Filantropi Indonesia Festival (FIFest) kembali diselenggarakan untuk yang kedua kalinya di Jakarta. Mengusung tema From Innovation to Impact, festival ini diadakan di Balai Sidang Jakarta (JCC), mulai 15-17 November 2018.

JAKARTA-KABARE.ID: Beragam inovasi di bidang filantropi yang membantu Indonesia mencapai 17 Sustainable Development Goals (SDGs) di tahun 2030 dapat ditemukan di pameran ini. Selain itu ada juga forum yang penuh dengan informasi, inovasi, dan inspirasi tentang filantropi.

Filantropi sendiri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu philein yang berarti cinta dan anthropos yang berarti manusia. Setelah dirangkai menjadi filantropi, kata tersebut memiliki makna cinta kasih terhadap sesama manusia.

"Filantropi bukan hanya soal kaya tapi, tentang kepedulian. Siapapun di Indonesia yang mempunyai jiwa ingin memberi dengan kegiatan yang namanya filantropi," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di acara pembukaan FIFest 2018 di JCC, Kamis (15/11/2018).

Apresiasi dan pengakuan terhadap tingginya tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia juga sudah diakui dari dunia international. Baru-baru ini laporan World Giving Index yang dirilis oleh CAF (Charity Aid Foundation) menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia dan menduduki peringkat 1 mengalahkan Australia dan Selandia Baru di peringkat 2 dan 3. 

Menurut Menteri Bambang, posisi Indonesia sebagai negara paling dermawan telah mematahkan mitos kalau filantropi hanya bisa dilakukan oleh orang kaya dan sudah tua.

“Pendapatan per kapita Indonesia masih di bawah negara lain yang menduduki posisi 2-7 dalam World Giving Index. Selain itu, sudah banyak generasi milenial yang tertarik menjadi filantropis dengan cara mereka sendiri, padahal secara income mereka juga tidak termasuk orang kaya,” katanya.

Bambang menyebut, filantropi milenial sekarang memiliki peran begitu besar. "Ini kemudian dibawa ke cara mereka, yaitu digital filantropi. Banyak yang pakai apps untuk mendukung donasi," sambungnya.

Berangkat dari ide itu, FIFest 2018 hendak memperlihatkan inovasi apa saja yang hadir di dunia filantropi. Sebanyak 90 booth yang dihadirkan akan menawarkan berbagai cara baru untuk menunjukkan kepedulian sosial. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post