Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Festival Wonderful Indonesia di PLBN Nanga Badau Meriah, Ribuan Wisman Datangi Indonesia

Festival Wonderful Indonesia di Pos Lintas Batas Negara, (16/12/2018). (Foto: BPMI)

Dari 19 pintu masuk wisatawan ke Indonesia, border Nanga Badau berpotensi sebagai penyumbang besar wisman Malaysia. Sebab, kawasan ini memang berbatasan darat dengan Negeri Jiran, Malaysia.

KALIMANTAN BARAT-KABARE.ID: Akhir pekan lalu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Festival Wonderful Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau, di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Barat, pada 16 Desember 2018.

Ribuan Wisatawan Mancanegara (Wisman) asal Malaysia datang ke perbatasan tanah air tersebut. Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar, Sumarni, mengatakan festival tersebut dikemas dengan konsep konser musik. Dihadirkan pula pedangdut terkenal Fitri Carlina.

“Musik dangdut sudah sangat populer bagi warga Malaysia. Konser semacam ini selalu digemari di wilayah perbatasan. Penggemar Fitri Carlina pun terhitung banyak di Malaysia. Data yang kita peroleh dari perbatasan, ada 1.636 warga Malaysia hadir pada acara ini," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Senin (17/12/2018).

Selain menampilkan musik asli Indonesia, warga Malaysia yang datang ke Badau juga diperlihatkan keindahan Danau Sentarum.

Danau yang berada di wilayah Taman Nasional Danau Sentarum, di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ini sangat unik. Jika musim penghujan tiba, akan tergenang air sedalam 6-15 meter. Pemandangan kontras muncul saat kemarau, di mana 80 persen wilayah Danau Sentarum akan mengering.

“Saat kemarau, akan terbentuk kolam-kolam kecil berisi ikan. Masyarakat pun dengan mudah memanen ikan-ikan tersebut. Namun, baik saat kemarau maupun penghujan, wisatawan akan menemukan flora dan fauna yang berbeda-beda. Itulah uniknya Danau Sentarum,” kata Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono.

Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero membenarkan kondisi tersebut. Saat kemarau air danau akan mengalami surut, bahkan berubah menjadi savana. Biasanya, area danau akan berubah menjadi tempat olahraga, salah satunya tempat bermotor.

“Kebalikannya, saat musim hujan, air bisa mencapai kedalaman hingga 15 meter. Airnya pun cukup unik, berwarna hitam kemerahan. Warna ini dipengaruhi kandungan limbah yang berasal dari hutan gambut, serta dari pohon dan daun yang membusuk,” kata Antonius.

Untuk mengelilingi danau, menurutnya tidak bisa dilakukan dalam waktu seminggu. Sebab, luas danau cukup besar. Lebih dari 1 juta hektare.

“Wisatawan yang datang bisa dipandu untuk menikmati keindahan Danau Sentarum. Bahkan, bagi wisman yang ingin berlibur dalam beberapa hari, bisa menginap di rumah-rumah warga yang difungsikan sebagai homestay,” jelasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, wisatawan Malaysia paling mudah ditarikan ke Indonesia lewat perbatasan. Karenanya, beragam atraksi terus digencarkan di dekat pintu-pintu masuk Tanah Air. Termasuk di Nanga Badau, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Barat.

“Konser yang digelar di perbatasan selalu banyak pengunjung, khususnya dari Malaysia. Ini kami lakukan agar potensi yang dimiliki Kabupaten Kapuas semakin tereksplor dengan baik untuk pariwisata,” tandas Arief Yahya. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post