Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Festival Museum Kebangkitan Nasional Digelar Selama Empat Bulan

Salah satu sudut Festival Museum Kebangkitan Nasional 2018. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

Hari Kebangkitan Nasional diperingati pada 20 Mei merupakan refleksi mengenang masa di mana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, nasionalisme, dan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan.

JAKARTA-KABARE.ID: Pengelola Museum Kebangkitan Nasional menggelar Festival Museum Kebangkitan Nasional selama empat bulan penuh pada 19 Mei hingga 14 Agustus 2018 dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Kepala Seksi Pengkajian dan Perawatan Museum Kebangkitan Nasional, Nur Khozin mengatakan, tahun ini festival digelar lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, sebab peringatannya tak hanya upacara bendera, tapi juga kemeriahan lain yang dikemas dalam bentuk rangkaian acara.

Agenda yang disiapkan untuk festival, di antaranya selfie competition, pembagian suvenir gratis, pembagian doorprize, photo booth, dan bazaar Ramadan. Pengelola juga menyiapkan lomba serta kontes yang melibatkan masyarakat umum, antara lain: lomba paduan suara, kompetisi film pendek, kompetisi band cover lagu nasional, lomba sketsa, dan kontes fotografi.

“Wisatawan tak hanya bisa menikmati koleksi museum, tapi juga dapat mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan,” ujar Nur Khozin.

Festival terbuka untuk umum, pengunjung hanya perlu membayar retribusi masuk sebesar Rp2.000.

Diaroma R.A Kartini saat mengajar membaca di Museum Kebangkitan Nasional (eks Gedung Stovia) Jakarta, 23 Mei 2018. Hari Kebangkitan Nasional ditandai oleh dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

 

Sebelumnya, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid di Jakarta, Kamis (17/5/2018), mengatakan Museum Kebangkitan Nasional pada tahun 2018 menyelenggarakan beberapa kegiatan besar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110.

Semua rangkaian kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran bernegara dan kepedulian generasi muda terhadap bangsa.

"Dengan digelarnya festival ini sekaligus sebagai upaya promosi museum agar semakin banyak diapresiasi masyarakat," katanya.

Hilmar Farid menegaskan, melalui Festival Museum Kebangkitan Nasional 2018 ini juga diharapkan masyarakat umum dan pelajar dapat mengenal dan memaknai semangat kebangkitan nasional Indonesia yang telah memasuki tahun ke-110.

"Selain tentu saja menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan kembali semangat kebangsaan di kalangan generasi muda," tambah Hilmar Farid.
 

Diorama sejarah di Museum Kebangkitan Nasional (ex Gedung Stovia), Jakarta, Rabu (23/5/2018). (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

 

Hilmar berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda akan bangsa dan negaranya serta tidak lagi terpecah belah akibat perbedaan pandangan dan perbedaan pemimpin.

Selain itu, para pengunjung juga bisa mengetahui sejarah perjuangan bangsa dengan berkeliling ke semua sudut Museum Kebangkitan Nasional yang dahulunya dijadikan Sekolah bagi para calon dokter yang didirikan oleh Belanda.

Sementara itu, Kepala Museum Kebangkitan Nasional, Mardi Thesianto, di Jakarta, Minggu (20/5) mengatakan, inti dari seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh Museum Kebangkitan Nasional adalah untuk menjadikan museum sebagai ruang publik, ruang yang aspiratif dan juga menyimpan sekaligus menjaga memori kolektif bangsa, khususnya bagi generasi muda. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post