Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Festival Garam Amed Karangasem Bali

Warga menunjukkan proses pembuatan garam saat berlangsungnya Festival Garam Amed di Desa Purwa Kerthi, Karangasem, Bali, Kamis (3/10/2019). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/aww.

Festival Garam Amed digelar untuk mempromosikan pembuatan garam tradisional sebagai penunjang pariwisata, sehingga budaya yang diwarisi sejak abad ke-15 itu tetap bisa dilestarikan.

NUSABALI – KABARE.ID: Di Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali sedang diselenggarakan Festival Garam Amed yang akan berlangsung hingga tanggal 19 Oktober 2019. Festival ini merupakan festival pertama sejak produksi garam tradisional menyandang sertifikat Indikasi Geografis Garam Amed Bali 2016.

Ketua Panitia Festival Garam Amed, I Nengah Suanda mengatakan, petani garam di desa tersebut tersisa tinggal satu kelompok yang beranggotakan 24 orang dengan luas lahan 2 hektare. Sebelumnya luas lahan petani garam bisa mencapai 15 hektare.

Ia mengatakan, menyusutnya lahan produksi garam karena terdesak bangunan vila dan fasilitas pariwisata lainnya. Dampaknya, kegiatan petani garam pun terpencar, tidak lagi berkelompok.

“Festival Garam Amed bertujuan mempertahankan tradisi memproduksi garam tradisional juga untuk menunjang objek wisata,” ungkap Nengah Suanda, di Desa Purwakerthi, Selasa (1/10/2019).

Suanda menjelaskan, festival itu akan dimeriahkan dengan demo memasak di Blue Earth Village, Warung Enak Amed Resto, dan The Griya pada tanggal 4 - 5 Oktober. Kemudian, pada tanggal 6 - 12 Oktober akan ada lomba jukung tradisional, dan pada tanggal 13 - 19 Oktober akan ada demo pembuatan garam dari pagi hingga sore. (bas)

 

Sumber: Nusabali.com
Editor: Baskoro Dien

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post