Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Enam Hal Menarik yang ada di Huta Ginjang, Tapanuli Utara

Sejumlah wisatawan meniknati keindahan alam wisata Huta Ginjang di Tapanuli Utara. (Foto: Kemenpar)

Destinasi wisata Huta Ginjang di Tapanuli Utara punya sejumlah keunggulan, salah satunya adalah tanah pasir yang ‘bening’ seperti kaca.

TAPANULI UTARA - KABARE.ID: Mian Simanjuntak, tourism consultant yang pernah mengembangkan Raja Ampat mengatakan, Huta Ginjang di Tapanuli Utara adalah destinasi wisata yang bisa membuat siapapun jatuh cinta.

Pertama, destinasi ini punya atraksi yang menarik buat travelers millenials. Apalagi buat yang suka selfie dan banyak berinteraksi dengan fans, friends, followers di media sosial, bisa Langsung eksis di Huta Ginjang.

Dikelilingi kontur bukit berwarna hijau, travelers dunia bisa langsung melihat hamparan pinus di pinggiran Danau Toba. Kanan, kiri, atas, bawah, semuanya perfect untuk spot foto, dengan catatan bila tidak sedang diselimuti kabut tebal.

Destinasi Huta Ginjang dikelilingi kontur bukit berwarna hijau. (Foto: Kemenpar)

 

"Huta Ginjang salah satu spot foto terbaik di Danau Toba sangat perfect. Semua bisa terlihat cantik di kamera. Kalau di upload ke Instagram, Facebook, Twitter dan Youtube, hasilnya pasti bagus,” terang Mian, dalam keterangan pers pada Selasa (16/10).

Kedua, destinasinya masuk ke dalam Geosite Danau Toba. Tanah pasirnya seperti kaca yang hanya bisa dijumpai di Huta Ginjang. "Kalau ada ‘story telling’ yang kuat soal bagaimana munculnya pasir kaca akan bagus sekali," paparnya.

Huta Ginjang adalah destinasi wisata yang masuk ke dalam Geosite Danau Toba. (Foto: Kemenpar)


Ketiga, ada spot-spot kuliner dan kerajinan tangan yang sudah disiapkan Pemkab Tapanuli Utara. Keempat, ada spot untuk mengetes adrenaline paralayang yang menantang dengan standar keamanan yang tinggi. "Spotnya juga bagus. Presiden Jokowi pernah diwawancarai Bloomberg di spot itu," paparnya.

Kelima, tempatnya bersih, manajemen sampahnya tergolong bagus. Keenam, udaranya sejuk, sekitar 19-20 derajat Celcius saat siang hari. "Kadang berkabut. Kira-kira mirip Swiss lah. Dan itu bagus untuk foto-foto alam," tambahnya.

Dari sisi akses, Huta Ginjang bisa ditempuh dari Bandara Internasional Sisingamangaraja di Silangit sekitar 15 menit. (Foto: Kemenpar)

 

“Ini juga pas dengan market Middle East yang suka udara dingin dan hujan. Kalau makanan halalnya diperbanyak, ini akan bagus buat refreshing mereka," timpal anggota Tim Percepatan Sejarah, Religi, Tradisi dan Budaya Kemenpar Krisanti Kurniawan.

Secara umum, Huta Ginjang dinilai punya nilai jual yang sangat tinggi. Selain panorama yang indah, ada cerita “Super Volcano Geopark” yang bisa disimak di sana. Story tellingnya pun sangat kuat lantaran ledakannya sempat menggemparkan dunia 75 ribu tahun silam. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post