Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Eksportir Asal NTT Ekspor 20 Ton Ikan Cakalang ke Korsel

Ilustrasi: Istimewa

Eksportir hasil laut di Kabupaten Sikka, Nusatenggara Timur, mengekspor 20 ton ikan beku jenis cakalang ke Korea Selatan. Uniknya, perusahaan ini tidak memiliki kapal untuk menangkap ikan, tetapi menggandeng nelayan untuk menangkap ikan.

JAKARTA - KABARE.ID: Eksportir hasil laut di Kabupaten Sikka, Nusatenggara Timur, PT Karya Cipta Buana Sentosa (KCBS) mengekspor 20 ton ikan beku jenis cakalang ke Korea Selatan, Jumat (24/7).

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Sikka, Paulus Bangkur mengatakan pengiriman ikan jenis cakalang ke Korea Selatan merupakan hasil tangkapan nelayan. "Ikan yang diekspor tersebut sudah diasapkan. Ada 20 ton yang dikirim ke Korsel," ungkap Paulus, sebagimana diberitakan Mediaindonesia.com.

Paulus menjelaskan, ekspor tersebut akan melalui Surabaya lalu lanjut ke Singapura, baru kemudian sampai di negara tujuan Korea Selatan. "20 ton ikan cakalang asap yang diekspor ini kalau dikonversi ke ikan basah sebanyak 60 ton. Nilai ekspor ikan cakalang asap ini sekitar Rp3 miliar," papar dia.

Paulus menyampaikan, perusahaan KCBS membangun pola kemitraan dengan nelayan. Perusahaan ini tidak punya kapal, tapi mengajak nelayan untuk menangkap ikan. Untuk beberapa hari lagi, perusahaan KCBS kembali akan mengekspor ikan jenis tuna sashimi dengan negara tujuan Jepang.

Direktur PT. KCBS, Theodorus Erfianus Ujihon, menargetkan setiap bulan bisa mengekspor ikan tuna sebanyak 20-24 ton. Negara yang menjadi tujuan ekspor selain Korsel yakni Jepang, Tiongkok, Vietnam, Singapura dan Malaysia.

"Kami akan tetap menerima hasil produksi ikan dari masyarakat. Saat ini memang ada dua daerah yang menjadi penerimaan bagi kami, yakni Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur. Namun, produksi ikan lebih banyak berasal dari Kabupaten Sikka," ungkap Theodorus. (*)

 

Sumber: Mediaindonesia.com

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post