Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Ekonomi Kreatif Banyak Serap Tenaga Kerja

Joshua Simandjuntak, Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif

Perananan ekonomi kreatif diharapkan terus meningkat di masa mendatang. Jika pada 2014 kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 7,1%, pada 2019 ditargetkan menjadi 12%.

Jakarta - Sejumlah langkah dilakukan pemerintah untuk mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif. Salah satunya dengan menciptakan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang hingga kini belum terbangun. Pemerintah ingin mencontoh Ekosistem Hollywood sebagai  model sempurna bagi berkembangnya ekonomi kreatif.


Ekosistem Hollywood yang telah bergulir mampu menghasilkan karya-karya kreatif yang mendapat apresiasi tinggi di dunia. Ekonomi pun mengalir lancar dari berbagai penjuru dunia menuju Hollywood. Berikut petikan wawancara Kabare dengan Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif Nasional Joshua Simandjuntak di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Berapa kontribusi ekonomi kreratif terhadap PDB nasional?

Pada 2014 sumbangannya sebesar Rp842 triliun atau 7,1% dari PDB. Kita harapkan naik menjadi Rp1.010 triliun pada 2019 atau kontribusinya menjadi 12% terhadap PDB.

Ekonomi kreatif juga memberikan sumbangan bagi ekspor yaitu 7,4%. Kita harapkan 2019 menjadi 10% kontribusi bagi nilai ekspor nasional.

 

Bagaimana dengan serapan tenaga kerja?

Serapan tenaga kerjanya sangat tinggi. Ekonomi kreatif mampu menyerap tenaga kerja pelaku kreatif hingga 12,1 juga orang dan ditarget jadi 13 juta pada 2019. 


Apa yang akan dilakukan untuk mencapai target di 2019 dan terus berkembang berikutnya?

Kita sedang mengerjakan untuk terciptanya ekosistem. Kalau boleh saya analogikan Hollywood adalah ekosistem film yang sudah selesai. Hollywood itu kalau Anda membutuhkan segala sesuatu untuk menciptakan sebuah film itu ada semua. Script writer kelas dunia ada, laboratorium fasilitasnya nomor satu di dunia. Anda mau pasarkan film itu juga bisa pilih marketing yang paling jago di dunia. 

Untuk financing pembuatan film juga ada. Semuanya sudah menjadi ekosistem. Ekosistem Hollywood adalah ekosistem yang sudah selesai. Tak perlu lagi campur tangan pemerintah, semuanya sudah berjalan untuk menghasilkan karya kreatif berkelas dunia.


Bagaimana dengan di Indonesia?

Di kita itu  belum ada. Kalau ada yang punya ide pembuatan film dan datang ke bank masih terasa aneh. Pihak bank ujung-ujungnya akan menanyakan ada agunan atau tidak. Itu yang saya sebut ekosistem kita belum terbangun. Pengertian bank mengenai ekonomi kreatif masih minim. 


Tetapi sudah ada Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf) yang bisa mendorong lebih cepat sub sektor ekonomi kreatif?

Fungsi Badan Ekonomi Kreatif hanyalah satu mata rantai dalam Ekosistem Ekonomi Kreatif. 

Memang ada berapa rantai untuk membentuk sebuah Ekosistem Ekonomi Kreatif?

Ada 16 subsektor, tetapi masing-masing masih punya perbedaan. Subsektor itu mulai dari riset, edukasi, pengembangan, akses permodalan, infrastruktur, proteksi pada karya, pemasaran, dan hubungan antar lembaga.


Sudah berapa persen untuk terbentuknya Ekosistem Ekonomi Kreatif?

Sulit untuk mengatakan persentase dalam hal ini.
 

mada mahfud

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post