Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Dubes RI “Jualan Kopi” di Afrika Selatan

Dubes RI untuk Afrika Selatan Salman Al Farisi (kanan) mempromosikan kopi Sumedang kepada pengunjung Pameran Coffee and Chocolate Africa 2019, Minggu (28/7/2019). ANTARA/Dok. KBRI Pretoria/am.

Ada kejadian unik di pameran kopi dan cokelat internasional yang diselenggarakan di Afrika Selatan. Dimana Duta Besar RI untuk Afrika Selatan turut terjun langsung untuk memasarkan dan menjual kopi asal Indonesia.

AFRIKA SELATAN – KABARE.ID: Duta Besar (Dubes) RI untuk Afrika Selatan, Salman Al Farisi ikut turun langsung memasarkan dan menjual kopi Sumedang pada Pameran Kopi dan Cokelat Afrika (Coffee and Chocolate Africa 2019), di Ticket Dome Pro, Johannesburg, Afrika Selatan pada 26-28 Juli 2019.

“Pecinta kopi sejati sudah pasti tahu reputasi kopi Indonesia, seperti Kopi Gayo atau Kopi Toraja. Untuk terus memperluas penetrasi pasar makanan dan minuman di Afrika Selatan, kami sengaja memperkenalkan Kopi Sumedang yang tidak kalah rasa dan aromanya,” kata Dubes Salman dalam keterangan resmi KBRI Pretoria, yang dikutip Kabare, Selasa (31/7/19).

Dubes Salman mengatakan, dengan mengikuti pameran tersebut, KBRI Pretoria mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk terus memperkuat branding kopi nasional.

KBRI Pretoria bekerja sama dengan PT. Pupuk Kujang mendatangkan Kopi Geulis, yakni UMKM dari Kota Sumedang untuk mengikuti salah satu pameran kopi dan cokelat terbesar di Dunia yang sudah ketujuh kalinya diselenggarakan di Johannesburg, Afrika Selatan.

Pameran ini setiap tahunnya berhasil menarik minat sekitar 30.000 pengunjung dan diikuti oleh lebih dari 230 peserta yang berasal dari industri perhotelan, pembuat kopi, produsen barang, dan restoran.

KBRI Pretoria memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalan kopi Sumedang kepada pasar internasional.

Baca juga: Mencicipi Kopi dan Merica Batak di Taman Eden 100

Kopi Arabika Sumedang hingga saat ini masih kalah pamor dari kopi lainnya, seperti Kopi Gayo Aceh dan Kopi Toraja, padahal Kabupaten Sumedang adalah salah satu dari empat sentra penghasil kopi arabika di Jawa Barat sejak perkebunan kopi didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda.

Pemerintah Kota Sumedang juga berusaha memajukan industri kopi dengan membuka jurusan kopi di salah satu sekolah kejuruan di daerahnya, sekolah pertama dan percontohan di Indonesia.

Selama pameran berlangsung, anjungan Indonesia ramai dikunjungi pengunjung yang ingin mencari tahu lebih lanjut mengenai kopi Indonesia. Salah satu juri barista yang berkeliling, memuji rasa dan aroma Kopi Sumedang yang dikatakannya seimbang.

Dengan teknik pengeringan biji kopi pasca panen yang berbeda, Kopi Sumedang dihadirkan dengan karakter madu, wine, full wash dan natural yang masing-masing mempunyai ciri tersendiri.

PT Pupuk Kujang memiliki program kemitraan untuk turut serta meningkatkan kemandirian UMKM, khususnya yang berada di provinsi Jawa Barat sebagai wilayah operasional PT Pupuk Kujang.

Salah satu mitra binaan Pupuk Kujang yang mengikuti pameran ini, Kopi Geulis Kopi Sumedang, baru saja memenangkan predikat Gold untuk tingkat nasional pada Agroofood & Halal Expo 2019 di Senayan, Jakarta.

Melalui keikutsertaan pada pameran Coffee and Chocolate Africa 2019, dan juga dengan bantuan KBRI Pretoria, Pupuk Kujang berharap paparan dari kegiatan itu dapat memacu semangat pengusaha UMKM untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuannya sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Tidak hanya terbatas pada kopi, kehadiran Pupuk Kujang di Afrika Selatan juga telah membuka beberapa kesempatan lainnya termasuk kemungkinan kerjasama dengan perwakilan RI dalan pengembangan kapasitas dan pelatihan UMKM lokal di Afrika Selatan. (*/ant)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post