Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Ditempuh Dengan Berjalan Kaki Selama 4 Hari, Logistik Pemilu Wondama Mulai Didistribusikan

Sejumlah aparat Polres Teluk Wondama membantu personil KPU untuk pendistribusian logistik Pemilu 2019 di wilayah Distrik Naikere. (Foto: Kabare.id/ Reagen Lasut)

KPU Kabupaten Teluk Wondama melakukan distribusi logistik Pemilu 2019 untuk Kampung Oya, Ondurara dan Kampung Inyora dengan berjalan kaki selama kurang lebih 4 sampai 5 hari.

WONDAMA-KABARE.ID: Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Teluk Wondama melakukan distribusi logistik Pemilu 2019 lebih cepat untuk 3 kampung di Kabupaten Teluk Wondama, sejak Kamis (11/4). Hal ini dilakukan karena letak geografis wilayah kabupaten Teluk Wondama dan sejumlah kampung di distrik Naikere masih berada jauh di pedalaman.

Bahkan petugas KPU harus berjalan kaki selama kurang lebih 4 sampai 5 hari untuk mencapai lokasi. Sambil dipikul petugas harus menyusuri hutan belantara karena belum ada akses jalan darat sama sekali. 

Sebanyak 6 TPS di distrik Naikere dikategorikan sebagai TPS sangat rawan sehingga didahulukan pengiriman logistiknya. Tiga kampung diantaranya yaitu Kampung Oya, Undurara dan Inyora.

“Untuk 6 TPS di Naikere dibawa sekaligus. Nanti dititipkan dulu di PPD Naikere baru hari ini diantar ke Oya, Undurara dan Inyora dengan jalan kaki. Kalau yang lain langsung dengan mobil, “ ungkap Komisioner KPU Teluk Wondama Julian Madiowi di gudang logistik KPUD kampung Miei Distrik Wasior ketika ditemui sejumlah wartawan.

Dijelaskannya lagi, untuk logistik ke Naikere diantar menggunakan mobil ladbak terbuka dengan pengawalan aparat kepolisian serta petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 

Menurut Kepala Bagian Operasional Polres Teluk Wondama AKP Niko Sanda, menyampaikan, pihaknya menugaskan 15 personil untuk pengamanan logistik dan TPS di wilayah Distrik Naikere.

“Semuanya ada 15 personi. Dua orang Pam logistik, 12 Pam TPS karena satu TPS 2 orang karena di sana kategori sangat rawan dan 1 orang perwira pengendali, “ terang Niko. (egn)

 

Reporter: Reagen Lasut

Editor: Baskoro Dien

Reagen Lasut

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post