Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Dinas ESDM Jateng Coba Hidupkan Api Abadi Mrapen yang Telah Padam

Dokumentasi saat Api Abadi Mrapen masih hidup. (Foto: Istimewa/ Kompas.com)

Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, padam pada 25 November 2020 karena diduga ada kebocoran gas.

JAKARTA - KABARE.ID: Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, padam pada 25 November 2020 karena diduga ada kebocoran gas.

Sebelum padam, kobaran api yang muncul dari aktivitas gas alam itu sempat mengecil selama sepekan.

Saat ini, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah berupaya menyalakan kembali Api Abadi Mrapen.

"Saat ini kami akan melakukan pemetaan jalur gas alam bawah tanah dan survei di mana jebakan (gas) yang paling besar. Bagaimana pun Api Abadi Mrapen akan kami pertahankan karena sudah jadi destinasi wisata dan ikon Grobogan," kata Kepala Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Jateng Imam Nugroho di Semarang, pada Senin (1/2), seperti yang dikutip dari ANTARA.

Ia menjelaskan upaya pencarian titik gas tersebut menggunakan soil resistivity (geolistrik) atau alat untuk mengukur lapisan tanah dan menampilkan jebakan-jebakan atau jalur gas alam yang hasilnya akan tampak dalam bentuk tiga dimensi.

Hasil dari pencarian titik gas tersebut, lanjut dia, akan ditentukan titik mana yang paling besar, kemudian akan dieksploitasi atau dimanfaatkan.

"Gas dari titik yang paling besar tersebut akan disalurkan dengan menggunakan pipa ke lokasi Api Abadi Mrapen," ujarnya.

Dirinya optimistis dengan langkah ini Api Abadi Mrapen akan kembali menyala pada tahun ini.

"Pembangunan sekitar 3-4 bulan, jadi maksimal 6 bulan ke depan sudah ada hasilnya," katanya.

Jika Api Abadi Mrapen sudah kembali menyala, Dinas ESDM Jateng meminta agar pengusaha atau warga tidak membuat sumur dan melakukan pengeboran di sekitar lokasi objek wisata tersebut.

"Kalau orang ngebor harus ada izin dulu. Tidak bisa sembarangan," tegasnya.

Mengenai sumur di belakang minimarket yang menyebabkan Api Abadi Mrapen padam, tidak akan ditutup karena jika ditutup, justru berbahaya karena dikhawatirkan jalur gas yang sudah terbentuk secara alami bisa berubah dan bocor ke mana-mana.

"Lebih baik dimanfaatkan saja. Sebenarnya di seberang minimarket itu ada sumur gas yang selama ini sudah dimanfaatkan warga setempat," ujarnya.

Api Abadi Mrapen sering digunakan untuk peristiwa bersejarah, misalnya pesta olahraga internasional Ganefo I tanggal 1 November 1963 dan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai PON X tahun 1981, POR PWI tahun 1983. HAORNAS, hingga Asian Games 2018.

Saat upacara Waisak, api dari sana juga digunakan untuk menyulut obornya.

Selain api abadi, di area tersebut juga terdapat kolam dengan air mendidih yang konon dapat dipergunakan untuk mengobati penyakit kulit, serta batu bobot yang konon apabila seseorang dapat mengangkatnya maka akan terkabul keinginannya. (*)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post